PENGARUH COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP KADAR KORTISOL DAN SKOR BECK DEPRESSION INVENTORY PADA KANKER SERVIKS STADIUM LANJUT

Irianto, Bayu (2016) PENGARUH COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP KADAR KORTISOL DAN SKOR BECK DEPRESSION INVENTORY PADA KANKER SERVIKS STADIUM LANJUT. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (99Kb)

    Abstract

    PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPI (CBT) TERHADAP KADAR KORTISOL DAN SKOR BECK DEPRESSION INVENTORY PADA PASIEN KANKER SERVIKS STADIUM LANJUT Bayu Irianto, Supriyadi Hari Respati, Uki Retno Budiastuti. Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Kanker serviks masih merupakan penyebab umum kematian paling sering pada keganasan di bidang ginekologi di Indonesia. Penatalaksanaan kanker serviks stadium lanjut sampai saat ini masih belum bisa memperbaiki prognosisnya. Intervensi kemoterapi dalam pengobatan kanker servik stadium lanjut menimbulkan stres psikologis pada pasien, reaksi terhadap agen inflamasi dari daerah luka akan menyebabkan terjadinya rangsangan pada hipotalamus-hipofisis-adrenal axis (HPA-axis) dengan dampak meningkatnya seksresi ACTH oleh hipofisis anterior yang selanjutnya korteks adrenal akan terangsang untuk mensekresi kortisol. Tujuan : Menganalisa adanya pengaruh Cognitive Behaviour Therapy (CBT) Terhadap Kadar Kortisol dan Skor Beck Depression Inventory Pada Pasien Kanker Serviks Stadium Lanjut. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah experimental one group pretest-post test design. Dari 30 subyek penelitian, dibagi dalam 2 kelompok (sebelum dan setelah perlakuan psikoterapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan setiap kelompok terdiri dari 15 subjek. Hasil :Nilai mean kadar kortisol pada kelompok sebelum psikoterapi CBT 27,70±12,84, dan kelompok setelah psikoterapi CBT 11,42±7,35. Sedangkan uji test statistic menunjukan nilai p =0.001 < 0.05, yang berarti ada perbedaan bermakna kadar kortisol sebelum dan setelah adanya perlakuan dan nilai mean Skor BDI sebelum perlakuan 18,27±5,70 dan skor BDI setelah perlakan sebesar 11,67±4,85. Sedangkan uji t menunjukan nilai p =0.000 < 0.05, yang berarti ada perbedaan bermakna skor BDI sebelum dan setelah adanya perlakuan Kesimpulan:Terdapat perbedaan kadar kortisol serum dan tingkat depresi yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan perlakuan psikoterapi CBT. Pemberian CBT efektif menurunkan kadar kortisol serum dan tingkat depresi pada pasien kanker serviks stadium lanjut. Kata kunci : Kortisol, Tingkat depresi, CBT , Kanker serviks stadium lanjut

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 15 Nov 2016 11:25
    Last Modified: 15 Nov 2016 11:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28774

    Actions (login required)

    View Item