PENGGUNAAN AIR KELAPA DAN EKSTRAK BUAH PISANG TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SECARA IN VITRO

ANDINI, NUR (2016) PENGGUNAAN AIR KELAPA DAN EKSTRAK BUAH PISANG TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) SECARA IN VITRO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (403Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Nur Andini, 2016. ‘Penggunaan Air Kelapa dan Ekstrak Pisang terhadap Multiplikasi Tunas Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Secara In Vitro’. Tesis. Pembimbing I: Prof. Dr. Samanhudi, S.P, M.Si dan Pembimbing II: Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. Program Pascasarjana, Program Studi Agronomi. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Temulawak (Curcuma xanthorrizha) merupakan salah satu jenis tanaman biofarmaka. Sebagai bahan baku obat, selain produksi rimpang tinggi temulawak juga harus bermutu tinggi. Badan Pengawasan Obat dan Makanan menegaskan bahwa obat dari bahan alami atau yang biasa disebut dengan obat herbal harus memenuhi persyaratan yang meliputi mutu, keamanan, dan khasiat. Meningkatnya permintaan rimpang telah mendorong meningkatnya permintaan akan bibit temulawak, diperlukan alternatif lain untuk penyediaan bahan tanaman dalam jumlah yang cukup. Upaya penyediaan bahan tanaman secara massal dalam waktu relatif singkat serta bebas hama dan penyakit dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan. Penggunaan teknik ini masih terkendala oleh tingginya biaya bahan kimia khususnya zat pengatur tumbuh (ZPT). Berbagai bahan alami dapat digunakan sebagai substitusi ZPT salah satunya adalah air kelapa dan berbagai ekstrak bahan organik. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji respon eksplan temulawak (Curcuma xanthhorhiza Roxb.) terhadap pemberian air kelapa dan ekstrak pisang cavendish secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2016. di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama adalah ekstrak buah pisang cavendish dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 0 g/l, 50 g/l, 100 g/l, dan 150 g/l. Faktor kedua adalah air kelapa dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l. Pengamatan dilakukan terhadap waktu muncul tunas, waktu muncul daun dan waktu muncul akar, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar, tinggi tunas, panjang daun dan panjang akar. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif dan analisis sidik ragam dilanjutkan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perlakuan air kelapa dan ekstrak pisang cavendish terhadap variabel pengamatan. Penggunaan air kelapa 150 ml/l dan 150 g ekstrak pisang cavendish pada perlakuan media tanam mampu mempercepat waktu muncul tunas, meningkatkan jumlah tunas, jumlah daun dan panjang daun. Kata kunci: Bahan organik, metode kultur jaringan, temulawak. ABSTRACT Nur Andini, 2016. ‘Coconut Water and Banana Extracts Use for Multiplication Shoots Curcuma xanthorrhiza in InVitro’. Theses. First Adviser: Prof. Dr. Samanhudi, S.P, M.Si. and Second Adviser: Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. Graduate Program. Magister of Agronomy. Sebelas Maret University Surakarta. Curcuma xanthorrizha is one kind of medicinal plants. As a medicinal raw materials, in addition to the production of higher rhizome should also be of high quality. BPOM confirms that drug from natural materials or commonly referred the herbal medicine must meet requirements that include quality, safety, and efficacy. The rhizome has prompted increased demand growing, demand for seeds, needed another alternative to provision of plant material in sufficient quantity. Efforts provision of plant material in bulk in a relatively short time and free of pests and diseases can be done through tissue culture techniques. The use of this technique is still constrained by the high cost of chemicals, especially plant growth regulator. Various natural materials can be used as a substitute plant growth regulator one of which is water extract of coconut and various organic materials. The purpose of this study is to assess the response of explants Curcuma xanthhorhiza with coconut water and cavendish bananas extract in in vitro. The experiment was conducted in February to May 2016 in the Laboratory of Plant Physiology and Biotechnology, Faculty of Agriculture, Sebelas Maret University Surakarta. This study used a completely randomized design with two factors. The first factor was the cavendish banana fruit extract with 4 levels of concentration which 0 g/l, 50 g/l, 100 g/l and 150 g/l. The second factor was coconut milk with 4 levels of concentration which 0 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, and 200 ml/l. The observations was conducted for various variable: time appear shoots, leaves emerge time and time appear root, shoot number, leaf number and the number of root, shoot height, leaf length and root length. The data from observation result was analyzed descriptively and variance analysis continued with Duncan Multiple Range test (DMRT). The results of research showed that treatment effects of coconut water and cavendish banana extract to variable observation. The use of coconut milk 150 ml/l and 150 g cavendish banana extract in the treatment of media showed the best results on increasing the average time to appear shoots, increasing the shoot number, leaf number and leaf length. Keywords: Curcuma, organic material, tissue culture method.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister > Agronomi
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 15 Nov 2016 09:30
    Last Modified: 15 Nov 2016 09:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28758

    Actions (login required)

    View Item