pengaruh superoxidedismutase oral terhadap kadar hs-crp dan glicated albumin pasien penyakit ginjal diabetik stadium V yang menjalani haemodialisa

Irawati, Dia (2016) pengaruh superoxidedismutase oral terhadap kadar hs-crp dan glicated albumin pasien penyakit ginjal diabetik stadium V yang menjalani haemodialisa. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (776Kb)

    Abstract

    Dia irawati. S 961102006. 2016. Pengaruh Super Oxide Dismutase terhadap Glicated Albumin dan high Sensitif- C Reactie Protein ( hs-CRP) Pada Pasien Penyakit Ginjal Diabetik Stadium V Yang Menjalani Haemodialisis. Pembimbing I : Prof. Dr. dr. HM Bambang Purwanto, SpPD-KGH, FINASIM. Pembimbing II : Dr. dr. Sugiarto, SpPD-KEMD, FINASIM. Program Studi Kedokteran Keluarga, Program Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar belakang Penyakit Ginjal Diabetik atau Diabetic Kidney Disease ( DKD ) merupakan suatu masalah kesehatan yang global, penyakit ini dihubungkan dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Komplikasi kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian pada penderita penyakit ginjal diabetik. Disfungsi endotel merupakan prekursor munculnya ateroskerosis dan berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular. Tujuan Penelitian Penelitian ini menganalisa pengaruh pemberian SOD terhadap penurunan kadar Glicated Albumin dan high sensitif- C Reactive Protein (hs-CRP) pada pasien penyakit ginjal diabetik stadium V yang menjalani hemodialisa. Metode Penelitian Randomized double blind placebo-controlled trial, dengan sampel 28 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. SOD diberikan secara oral 1000 mg/hari selama 4 minggu pada 14 pasien kelompok perlakuan dan sisanya sebagai kelompok kontrol diberikan plasebo. Kadar Glicated albumin dan high sensitivity-C Reactive Protein (hs-CRP). Analisa statistik menggunakan uji t dan Mann Whitney dengan signifikansi p<0,05. Hasil Penelitian Kadar Glicated albumin pada kelompok kontrol dan perlakuan sebelum perlakuan ( 29,84 ± 12,97 vs 30,53 ± 6,69, P: 0,224 ) sedangkan kadar high sensitif-C Reactive Protein pada kelompok kontrol dan perlakuan sebelum perlakuan ( 4,67 ± 1,46 vs 5,24 ± 0,94, P: 0,860 ). Kadar Glicated Albumin kelompok kontrol dan perlakuan kondisi setelah perlakuan ( 32,67 ± 15,30vs 21,88 ± 7,36, P: 0,005) dan kadar high senstitif-C Reactive Protein pada kelopmpok kontrol dan perlakuan kondisi setelah perlakuan ( 5,13 ± 1,56 vs 3,73 ± 0,66, P: 0,025). Perbandingan Kadar Glicated Albumin dan hs-CRP Sebelum dan Sesudah Pemberian Plasebo pada Kelompok Kontrol (29,84 ± 12,97 vs 32,67 ± 15,30, P: 0,058 dan 4,67 ± 1,46 vs 5,13 ± 1,56; P: 0,403 ). Perbandingan Kadar Glicated Albumin dan high senstif-C Reactive Protein Sebelum dan Sesudah Pemberian SOD pada Kelompok Perlakuan ( 30,53 ± 6,69 vs 21,88 ± 7,36 P: 0,002 dan 5,24 ± 0,94 vs3,73 ± 0,66; P: 0,001 ). Perbandingan Delta-Glicated Albumin dan Delta-high sensitif-C Reactive Protein pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan (+2,84 ± 4,56 vs -8,65 ± 4,14; P: 0,043 dan +0,46 ± 1,99 vs -1,51 ± 1,37; P: 0,001 ) Kesimpulan Terapi SOD oral secara signifikan menurunkan kadar Glicated Albumin dan high sensitif-C Reactive Protein pada pasien DKD stadium V yang menjalani hemodialisa Kata kunci:SOD oral , Glicated Albumin, high sensitif-C Reactive Protein ( hs-CRP), Penyakit ginjal Diabetik

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: Mujahidah Showafah
    Date Deposited: 15 Nov 2016 23:53
    Last Modified: 15 Nov 2016 23:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28739

    Actions (login required)

    View Item