Hubungan Postur Kerja dan Gerakan Berulang dengan Keluhan Muskuloskeletal Tenaga Kerja Sewing Garmen CV. SAA Sukoharjo

PRABOWO, YUSUF MILAN (2016) Hubungan Postur Kerja dan Gerakan Berulang dengan Keluhan Muskuloskeletal Tenaga Kerja Sewing Garmen CV. SAA Sukoharjo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (22Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Yusuf Milan Prabowo, R0212053, 2016. Hubungan Postur Kerja dan Gerakan Berulang dengan Keluhan Muskuloskeletal Tenaga Kerja Sewing Garmen CV SAA Sukoharjo, Diploma 4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang : Keluhan muskuloskeletal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi keluhan muskuloskeletal antara lain adalah postur kerjadan gerakan berulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan postur kerja dan gerakan berulang dengan keluhan muskuloskeletal tenaga kerja sewing garmen CV. SAA Sukoharjo. Metode : Penelitian ini adalah penelitian Observasional Analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional, dengan populasi 100 pekerja wanita dan 25 pekerja pria diambil sampel penelitian 60 tenaga kerja wanita. Teknik Sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner RULA untuk mengukur nilai postur kerja, kuesioner CMDQ untuk mengukur keluhan muskuloskeletal dan mengukur gerakan berulang anggota tubuh selama satu menit pada pekerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan Regresi Linier. Hasil : Hasil uji statistik korelasi Spearman untuk menguji hubungan postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai probabilitas = 0,033 dan kekuatan hubungan r= 0,276 menunjukkan kekuatan hubungan lemah dengan arah korelasi positif. Hasil uji korelasi Pearson untuk menguji hubungan gerakan berulang dengan keluhan muskuloskeletal menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai probabilitas = 0,024 dengan kekuatan hubungan r= 0,292 menunjukkan kekuatan hubungan lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara postur kerja dan gerakan berulang dengan keluhan muskuloskeletal dengan gerakan berulang menjadi faktor yang lebih dominan. Kata Kunci : Postur Kerja, Gerakan Berulang, Keluhan Muskuloskeletal, Tenaga Kerja

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > D3 - Hiperkes dan Keselamatan Kerja
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 14 Nov 2016 14:50
    Last Modified: 14 Nov 2016 14:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28631

    Actions (login required)

    View Item