KOMUNKASI EDUKASI MULTIKULTURAL DI KOTA SURAKARTA

CHRISTIANINGRUM, Y (2016) KOMUNKASI EDUKASI MULTIKULTURAL DI KOTA SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (90Kb)

    Abstract

    YULIA CHRISTIANINGRUM. NIM: S231408041. 2016, KOMUNIKASI EDUKASI MULTIKULTURAL KOTA SURAKARTA (Studi Kasus Peran Komunikator dan Komunikan Dalam Penyebaran dan Penerimaan Edukasi Multikultural 5 Kelurahan Di Kota Surakarta). TESIS. Pembimbing I: Dra. Prahastiwi Utari, M.Si., Ph.D. II: Dr. Mahendra Wijaya M.S. Program Studi Ilmu Komunikasi (Manajemen Komunikasi), Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. Adanya edukasi multikultural melalui jalur non-formal kepada masyarakat merupakan suatu ide baru atau sebuah inovasi. Selama ini edukasi multikultural dikenal hanya dalam dunia pendidikan formal. Kajian tentang multikultural yang telah dilakukan mengambil sudut pandang keilmuan sosiologi, ekonomi politik dan teologis. Menganalisa tentang penyebaran dan penerimaan sebuah ide atau inovasi baru tersebut merupakan sesuatu yang sangat penting dan menarik. Bagaimana sesuatu yang dianggap baru (inovasi) dapat diterima oleh masyarakat menjadi alat untuk menyelesaikan (problem solving) permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini menjadi menarik bagi peneliti karena edukasi tentang multikultural kepada masyarakat dilakukan di Kota Surakarta (Solo), dimana masyarakat Kota Solo pernah memiliki stempel sebagai masyarakat “sumbu pendek”. Bagaimana program edukasi multikultural dapat disebarkan dan diterima oleh masyarakat Kota Solo yang pada akhirnya bisa mengubah reputasinya dari kota yang rawan kerusuhan menjadi kota damai. Edukasi multikultural di Kota Surakarta sebagai sebuah inovasi baru dalam ranah ilmu komunikasi dapat dikaji menggunakan landasan teori difusi inovasi. Teori difusi inovasi pada dasarnya menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari sistem sosial. Aspek komunikasi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah proses komunikasi yang terjadi dalam penyebaran dan penerimaan program edukasi multikultural masyarakat di Kota Surakarta dengan penekanan fokus kajian pada komunikator dan komunikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling, Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam. Data yang dihasilkan adalah transkrip hasil interview. Validitas data menggunakan 3 prosedur yaitu triangulasi, membuat deskripsi yang kaya dan peer debriefing. Teknik analisa data yang digunakan mendasarkan analisa pada proposisi teoritis untuk membuat kesimpulan yang terpenting dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peneyebaran dan peneriman program edukasi multikultural di 5 kelurahan di Kota Surakarta bisa dikatakan berhasil. Namun terjadi lompatan-lompatan penyampaian pesan kepada kategori adopter tertentu. Tidak selalu kategori adopter bawah mendapatkan pesan tentang edukasi multikultural dari kategori adopter satu level diatasnya. Ada sekelompok orang yang menutup diri terhadap penyebaran program edukasi multikultural. Mereka adalah bagian dari organisasi masyarakat radikal yang tidak bisa menerima perbedaan di dalam masyarakat. Suka melakukan pemaksaan dalam menegakkan prinsip-prinsipnya. Ormas radikal ini ada tersebar secara acak di seluruh wilayah Kota Surakarta. Mereka merupakan individu-individu yang menolak adanya perbedaan. Kata kunci: Edukasi Multikultural, difusi inovasi

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 14 Nov 2016 13:40
    Last Modified: 14 Nov 2016 13:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28601

    Actions (login required)

    View Item