Perencanaan dan perancangan cbd simpang lima gumul di Kabupaten Kediri dengan penekanan pada pemanfaatan dan pengolahan tata guna lahan

Indafa’a, Nurlaili (2006) Perencanaan dan perancangan cbd simpang lima gumul di Kabupaten Kediri dengan penekanan pada pemanfaatan dan pengolahan tata guna lahan. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4Mb)

    Abstract

    Dalam pembangunan kawasan pusat bisnis di Ibukota Kabupaten Kediri, maka perlu pemilihan wilayah yang strategis berpotensi ekonomi dalam skala hinterlandnya. Pembangunan Central Business District (CBD) sebagai pusat perdagangan dan grosir di Kabupaten Kediri, berdasarkan master plan Ibukota Kabupaten dalam mewujudkan perwilayahan pengembangan, telah diambil kebijaksanaan perwilayahan daerah sebagai salah satu Sub wilayah pengembangan bagian Jawa timur. Untuk wilayah Kabupaten Kediri pola pengembangan kota Kabupaten Kediri dititikan pada Sub Satuan Wilayah Pembangunan (SSWP) H, meliputi Gampengrejo yang berorientasi ke wilayah Kota Kediri (perbatasan) dengan kegiatan yang diprioritaskan meliputi pusat pemerintahan, perdagangan, pemasaran, jasa, industri dan pendidikan. (lihat gambar 1.1. Peta Satuan Wilayah Pembangunan Kabupaten Kediri) Kecamatan Gampengrejo dengan Simpang Lima Gumul sebagai pusatnya merupakan Ibukota dari Kabupaten Kediri, untuk itu pembangunan kawasan pusat perdagangan dan grosir atau bisa disebut CBD sebagai fungsi pelayanan dari Kabupaten, berdasarkan masterplan Kota Kabupaten Kediri dan pengamatan yang dilakukan, maka daerah pembangunanya terpilih pada wilayah tersebut. (lihat gambar 1.2. Peta kawasan perencanaan) Kawasan perencanaan pembangunan CBD berada di Kecamatan Gampengrejo, dengan Simpang Lima Gumul sebagai pusatnya. Kawasan saat ini merupakan lahan pertanian dan perkebunan yang status kepemilikanya di bawah pemerintah Kabupaten Kediri, sehingga memungkinkan untuk pengembangan Ibukota Kabupaten Kediri. Secara lokal, Kecamatan Gampengrejo keberadaanya berbatasan antara Kota Kediri dan Kecamatan Gurah yang memiliki potensi daerah perdagangan. Adapun potensi kawasan, yaitu : § Posisi Kawasan Sebagai kawasan perencanaan, daerah Simpang Lima Gumul mempunyai potensi yang amat besar untuk dikembangkan menjadi daerah pusat perdagangan, ini terkait dengan posisi dan letak Simpang Lima Gumul mempunyai akses yang bagus dengan daerah lain, seperti Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Kawasan perencanaan masih berupa lahan kosong, maka untuk pengembangan kedepannya akan lebih mudah dilakukan, selain kemudahan sirkulasi dan transportasi. § Permukiman Terletak menyebar di sepanjang koridor Jalan arah Kediri-Pare dan dibelakang wilayah perencanaan Jalan Arca totok kerot dengan masyarakat pekerja pabrik atau buruh. Adanya jalan raya Simpang Lima yang merupakan titik pertemuan dan jalan utama, sehingga daerah ini ramai dan sering dilalui. § Pendidikan Pendidikan yang ada disekitar perencanaan yaitu Sekolah Dasar dan taman kanak-kanak, berada di sekitar jalan yang menuju Plosoklaten. Pendidikan banyak di daerah Kota Kediri, sehingga kawasan ini merupakan kawasan yang sering dilalui untuk aktifitas pendidikan. § Perkantoran Di sekitar perencanaan terdapat kantor pertanian yang berada berseberangan dengan kawasan perencanaan. Kantor dan gedung bulog terdapat di sebelah Barat perencanaan yang dibatasi oleh sungai. Sedangkan kantor kabupaten berada ± 1 km sebelah Barat dari wilayah perencanaan. § Perdagangan Sepanjang jalan utama didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa. Fasilitas perdagangan yang ada berupa toko, kios/warung. Pasar berada ± 1Km sebelah selatan wilayah perencanaan. Usaha perdagangan dan industri rumah tangga seperti makanan, pakaian, mebel, kerajinan yang menjadi keuntungan tersendiri bagi daerah ini. Kabupaten Kediri merupakan penghasil pertanian yang hasilnya banyak diambil oleh pedagang luar kota, seperti Surabaya, Solo, Jakarta dan lain-lain yang proses penjualannya banyak menyebar di pasar-pasar tradisional. Untuk itu diperlukan suatu wadah yang dapat mewadahi kegiatan perdagangan dan bisnis. § Street Furniture Berupa penghijauan berada di sepanjang jalan utama. Pemasangan reklame yang terdapat di persimpangan jalan (Proliman Gumul) secara visual kurang menarik. Penataan dan penempatan street furniture tersebut kurang teratur. Rambu-rambu berupa lampu traffict light terdapat pada setiap persimpangan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TH Building construction
    Divisions: Fakultas Teknik > Arsitektur
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:17
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2850

    Actions (login required)

    View Item