Analisis Potensi Demand Batik Solo Trans Koridor 2 pada Fungsi Guna Lahan Perkantoran dan Analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP)

AFANDI, ADIDYA (2016) Analisis Potensi Demand Batik Solo Trans Koridor 2 pada Fungsi Guna Lahan Perkantoran dan Analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (19Kb)

    Abstract

    Kebutuhan akan transportasi pada saat ini terus meningkat dan hal ini akan mengakibatkan kemacetan jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara yang ideal adalah dengan menyediakan angkutan umum massal seperti Batik Solo Trans. Penambahan demand merupakan faktor penting dalam pengembangan angkutan umum massal tersebut. Selain itu, dalam penentuan tarif juga harus memperhitungkan kemampuan dan kemauan dari potensi demand agar mereka tertarik dan mau beralih pada angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi demand serta analisis ATP dan WTP dari potensi demand tersebut pada koridor pelayanan rute BST koridor 2 pada fungsi guna lahan perkantoran. Pada penelitian ini data diperoleh dengan membagikan kuisioner kepada pegawai yang berada pada fungsi guna lahan perkantoran dalam koridor area pelayanan BST koridor 2. Data yang diambil dari responden meliputi pertanyaan-pertanyaan yang hasilnya digunakan untuk analisis potensi demand dan persepsi tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan untuk membayar. Untuk metode sampling digunakan metode Slovin. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi demand BST koridor 2 pada fungsi guna lahan perkantoran sebesar 65% dari 6.987 orang pegawai. Dari analisis tersebut berarti terdapat 4.542 orang pegawai yang mau beralih menggunakan BST untuk kegiatan kesehariannya setelah dilakukan perbaikan pada kualitas dan fasilitas BST. Perhitungan potensi demand tidak memperhitungkan overlapping rute dan moda. Kemudian dilakukan analisis ATP dan WTP dari potensi penambahan demand tersebut dan didapat nilai ATP sebesar Rp 6.703,4 dan WTP sebesar Rp 3.861,54 untuk kondisi belum dilakukan perbaikan pada fasilitas Batik Solo Trans. Nilai WTP masih dibawah tarif yang berlaku sekarang, sehingga utilitas pegawai terhadap BST masih rendah. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan utilitas Batik Solo Trans dengan melakukan perbaikan dari segi fasilitas dan juga pelayanan, sehingga nantinya Batik Solo Trans dapat menjadi pilihan terbaik masyarakat untuk kebutuhan transportasi dan menghindari terjadinya kemacetan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > D3 - Teknik Sipil
    Depositing User: Aren Dwipa
    Date Deposited: 09 Nov 2016 08:45
    Last Modified: 09 Nov 2016 08:45
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28498

    Actions (login required)

    View Item