PROSES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM “JOGJA NYASAR” ES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM “JOGJA NYASAR” DI PT. YOGYAKARTA TUGU ES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM ACARA DI PT. YOGYAKARTA TUGU TELEVISI (JOGJA TV)

RUSTEJO, GILANG (2009) PROSES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM “JOGJA NYASAR” ES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM “JOGJA NYASAR” DI PT. YOGYAKARTA TUGU ES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM ACARA DI PT. YOGYAKARTA TUGU TELEVISI (JOGJA TV). Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (1335Kb)

    Abstract

    Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jaditelevisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi. Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan daripenemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari erakomunikasi elektronik. Manusia mengenal komunikasi visual lebih dahulu dari komunikasi verbal, kemuadian berlanjut hingga sekarang ini yaitu era komunikasi digital dimana semua informasi hampir tidak mengenal waktu. Dimana ada informasi yang mengandung news value maka saat itu juga bisa di akses di internet. Kemajuan teknologi komunikasi bagai pisau bernata dua dimana satu sisi bisa menguntungkan dan sisi lain bisa merugikan. Sepertipada kasus Prita Mayasari dengan RS OMNI yang membuat DPR dan KOMNASHAM turuntangan. Perkembangan televisi di Indonesia akhir-akhir ini yang sudah banyak berubah sejak munculnya kebebasan pers. Mulai tahun1990-an hingga sekarang sudah banyak bermunculan televisi nasional dimulai dari Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) lalu diikuti oleh SCTV, INDOSIAR, TPI, ANTEVE, TRANS TV, METRO TV TV TV 7 yang diakuisisi TRANS CORP menjadi TRANS 7, dan TV ONE. Kemudian secara serentak pada tahun 2003 mulai bermunculan stasiun-stasiun televisi lokal hampir diseluruh penjuru kota di Insonesia, seperti Bali TV, Jogja TV, Terang Abadi Televisi (TA TV), Aceh TV, Semarang TV, Pro TV, JAK TV, dan lebih banyak lainnya. Jogja TV merupakan salah satu televisi lokal di Yogyakarta. Program acara yang ditawarkan Jogja TV sangat bervariatif dan menarik, mulai dari program pemberitaan, feature, program budaya dan hiburan, talk show, sampai pendidikan, seperti program acara Jelajah kampus, Adiluhung, Tekad, Rolasan, Klinong-klinong campursari, Jogja Nyasar, Dunia Pendidikan dan sebagainya. Untuk menghasilkan suatu tayangan program yang menarik diperlukan adanya suatu proses sehingga dapat menciptakan suatu sajian yang bukan hanya bersifat menghibur tetapi juga bernilai dan bermakna. Jurusan yang diambil penulis saat perkuliahan adalah Penyiaran (Broadcasting) yang saat ini memberikan banyak peluang kerja baru di bidang jurnalistik dan videografi di daerah. Akan tetapi seiring semakin banyaknya stasiun siaran, baik Radio maupun Televisi lokal di daerah maupun nasional menyebabkan persaingan dewasa ini semakin ketat. Maka untuk mengimbangi persaingan tersebut perlu persiapan-persiapan yang maksimal salah satunya adalah dengan melaksanakan Kuliah Kerja Media (KKM). Dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Media (KKM) maka penulis memanfaatkan fasilitas ini untuk mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya yang belum didapat penulis di bangku perkuliahan. Pengalaman yang penulis dapatkan dari Kuliah Kerja Media (KKM) di salah satu stasiun Televisi lokal Yogyakarta, PT. Yogyakarta Tugu Televisi (JOGJA TV) antara lain ikut serta dalam Proses Produksi Program TV di dalam studio dan di luar studio. Pada awal melaksanakan Kuliah Kerja Media (KKM) ini penulis langsung diberi kesempatan untuk mengopereasikan kamera MD 10000 pada siaran langsung acara Langen Swara. Pengoperasian kamera saat itu digunakan oleh koordinator kamerawan Jogja TV merangkap sebagai pembimbing penulis di Instansi Jogja TV.untuk menempatkan kamerawan magang di Unit Produksi bukan kamerawan NEWS. Kamera yang digunakan untuk proses produksi acara di Jogja TV adalah Panasonic MD 9000, Panasonic MD10000, dan JVC GY-DV550E. Untuk kamera MD 9000 dan 10000 penulis pernah mengoperasikan di perkuliahan, akan tetapi belum maksimal. Sedangkan kamera JVC GY-DV550E belum pernah penulis operasikan sehingga harus menunggu pelatihan oleh koordinator kamerawan pada minggu ke-2. Selain itu penulis juga mendapatkan teman-teman baru yang dapat memberikan ilmu bagi penulis selama magang. Sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Media (KKM) penulis mendapatkan bimbingan dan arahan pihak penyelenggara Kuliah Kerja Media (KKM) Program D3 Komunikasi Terapan FISIP UNS. Dengan adanya bimbingan tersebut, maka penulis dapat melaksanakan Kuliah Kerja Media (KKM)dengan baik. Latar belakang inilah yang menjadikan alasan bagi penulis untuk melaksanakan Kuliah Kerja Media ( KKM ) di JOGJA TV pada bagian kamerawan produksi. Selama pelaksanaan KKM, penulis dianjurkan untuk mengambil pada all program acara bukan hanya satu acara. Akan tetapi harus memilih salah satu acara yaitu “JOGJA NYASAR” sebagai laporan Tugas Akhir. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul sebagai berikut “PROSES PELAKSANAAN PRODUKSI PROGRAM ACARA ‘JOGJA NYASAR’ DI PT. YOGYAKARTA TUGU TELEVISI (JOGJA TV)”

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > D3 - Komunikasi Terapan
    Depositing User: Users 849 not found.
    Date Deposited: 12 Jul 2013 23:41
    Last Modified: 12 Jul 2013 23:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2845

    Actions (login required)

    View Item