ANALISIS WACANA PERCAKAPAN “DEBAT TV ONE”

MUSTOFA, AMIR (2010) ANALISIS WACANA PERCAKAPAN “DEBAT TV ONE”. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (666Kb)

    Abstract

    Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana proses pendistribusian dan pemarkah giliran bicara pada percakapan Debat Tv One? (2) Bagaimanakah. Pasangan berdekatan dalam percakapan Debat TV One? (3) Apakah maksud terjadinya penyelaan (interupsi) dan tumpang tindih pada percakapan Debat TV One? Tujuan dari penelitian ini adalah; (1) Mendeskripsikan proses pendistribusian giliran bicara dan pemarkah giliran bicara pada percakapan Debat Tv One; (2) menunjukkan pasangan berdekatan dalam percakapan Debat Tv One; (3) Menjelaskan alasan terjadinya penyelaan (interupsi) dan tumpang tindih (overlap) dalam percakapan Debat Tv One. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian mencakup semua percakapan para penutur yang ada pada percakapan Debat Tv One yang mengandung peristiwa penyelaan (interupsi) dan tumpang tindih (overlap). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. teknik yang digunakan adalah analisis isi percakapan (conten analysis). Berdasarkan analisis dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Dalam peristiwa tutur Debat Tv One, terdapat ciri khusus tentang pergantian bicara. Ciri khusus tersebut antara lain adanya kalimat perintah yang halus (penulis menggunakan istilah menyilakan), pertanyaan, dan pernyataan. Adapun pergantian giliran bicara di dalam analisis penulis sesuaikan dengan kaedah pergantian bicara yang dikemukakan oleh Levinson. (2) Pasangan berdekatan yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini berjumlah empat puluh enam pasangan dan secara keseluruhan didominasi oleh pasangan pertanyaan-jawaban. (3) Maksud terjadinya peristiwa penyelaan dan peristiwa tumpang tindih dalam percakapan debat secara umum terjadi karena lawan tutur tidak puas dengan tuturan penutur. Ketidakpuasan lawan tutur dalam melakukan penyelaan mempunyai beberapa tujuan, antara lain: Penyelaan terjadi dikarenakan lawan tutur ingin meminta informasi yang lebih jelas, melanjutkan tuturan lawan bicara, mengganti pertanyaan, mengkonfirmasi tuturan lawan bicara, membantah tuturan lawan bicara, mengiyakan tuturan lawan bicara.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PK Indo-Iranian
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: Isro'iyatul Mubarokah
    Date Deposited: 12 Jul 2013 23:37
    Last Modified: 12 Jul 2013 23:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2843

    Actions (login required)

    View Item