Optimalisasi pemberian ASI eksklusif bada bayi usia 0-6 bulan di Kabupaten Probolinggo

Mariani, (2016) Optimalisasi pemberian ASI eksklusif bada bayi usia 0-6 bulan di Kabupaten Probolinggo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (136Kb)

    Abstract

    Mariani. S021408039. 2016.. Optimalisasi Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 6 Bulan di Kapubaten Probolinggo TESIS. Pembimbing I : Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, MSc, PhD. Pembimbing II: Prof. Dr. Hermanu Joebagio, M.Pd.Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar belakang:Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi penting untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas bayi. Di Indonesia menyusui bayi sudah menjadi suatu budaya, namun upaya meningkatkan perilaku ibu menyusui ASI eksklusif masih diperlukan karena pada kenyataannya praktik pemberian ASI eksklusif belum dilaksanakan sepenuhnya. Belum optimalnya pemberian ASI eksklusif ini sangat di sayangkan mengingat pentingnya ASI bagi bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi dan mendeskripsikan optimalisasi pemberian ASI eksklusifpada bayi usia 6 bulandi Kabupaten Probolinggo. Subjek dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi fenomenologis. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Probolinggo. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan informan utama adalah ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan di Kabupaten Probolinggo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi langsung dan analisis dokumen. Validitas data dalam penelitian ini meliputi triangulasi sumber, trianggulasi metode dan triangulasi teori. Analisis data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Persepsidan sikap ibu terhadap pemberian ASI eksklusif masih kurang yaitu memberikan ASI setelah bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, pernah memberikan makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan. Norma dan nilai budaya masyarakat setempat terhadap pemberian ASI esklusif meliputi puting susu pecah tidak boleh menyusui, lama tidak menyusui ASI bisa basi, bayi yang menangis terus tanda masih lapar. Hambatan program kelompok pendukung ASI meliputi Kesadaran masyarakat masih kurang, banyak ibu bekerja, faktor mertua/orang tua dan budaya masyarakat. Keberhasilan program kelompok pendukung ASI yaitu cakupan ASI meningkat 10-20% (40% menjadi 50%) dan banyak ibu yang sadar ASI. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif masih belum optimal, hal ini disebabkan karena persepsi dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif masih kurang tepat, norma dan nilai budaya masyarakat yang masih kental, program kelompok pendukung ASI belum berjalan optimal. Sehingga perlu ditingkatkan lagi pemberian informasi dan edukasi tentang pemberian ASI eksklusif dimasyarakat, membudayakan pemberian ASI eksklusif, mengoptimalkan kegiatan kelompok pendukung ASIdan meningkatkan komitmen/niat ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Kata Kunci :Optimalisasi, ASI eksklusif

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Zulfahmirda Matondang
    Date Deposited: 04 Nov 2016 20:21
    Last Modified: 04 Nov 2016 20:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28302

    Actions (login required)

    View Item