PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS X IPA SMA

R, BHIAN ANANDA.J. (2016) PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS X IPA SMA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (731Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Bhian Ananda Javanica Rubiyanto. K4312011. PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS X IPA SMA. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus 2016. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X IPA SMA melalui penerapan model discovery learning pada materi ekosistem. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang berlangsung dalam dua siklus. Prosedur penelitian menggunakan model spiral.Tiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMA yang berjumlah 32 orang. Teknik pengumpulan data melalui metode tes berupa soal essay, dan nontes berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan taksonomi Bloom yang direvisi yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta diukur menggunakan tes essay yang disusun peneliti sesuai kecakupan setiap indikator materi ekosistem. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Target penelitian adalah peningkatan aspek kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa ≥25. Peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa ditunjukkan dengan meningkatnya capaian rata-rata dari nilai aspek kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yaitu: 1) Aspek menganalisis dari 52,66 dengan kriteria sedang pada pratindakan menjadi 66,98 dengan kriteria sedang pada siklus I, kemudian pada siklus II menjadi 80,52 dengan kriteria tinggi, 2) Aspek mengevaluasi dari 45,83 dengan kriteria rendah pada pratindakan menjadi 64,17 dengan kriteria sedang pada siklus I, kemudian pada siklus II menjadi 73,96 dengan kriteria sedang, dan 3) Aspek mencipta dari 50,31 dengan kriteria sedang pada pratindakan menjadi 68,49 dengan kriteria sedang pada siklus I, kemudian pada siklus II menjadi 76,35 dengan kriteria tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Nilai tes masing-masing aspek berpikir tingkat tinggi, yaitu: 1) Aspek menganalisis meningkat sebesar 27,86 dari pratindakan 2) Aspek mengevaluasi meningkat sebesar 28,13 dari pratindakan, dan 3) Aspek mencipta meningkat sebesar 26,04 dari pratindakan. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan discovery learning dapat meningkatkan sebesar ≥25 kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas X IPA SMA. Kata Kunci: Kemampuan berpikir tingkat tinggi, discovery learning

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 03 Nov 2016 11:16
    Last Modified: 17 Mar 2017 15:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28211

    Actions (login required)

    View Item