KAPASITAS LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 2 CM TIAP JARAK 15 CM

Cahyanto, Heru (2016) KAPASITAS LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 2 CM TIAP JARAK 15 CM. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (267Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Heru, 2016. Kapasitas Lentur Balok Beton Tulangan Bambu Petung Vertikal Takikan Tidak Sejajar Tipe U Lebar 2 cm Tiap Jarak 15 cm. Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pertumbuhan penduduk saat ini terus bertambah setiap harinya. Perkembangan penduduk yang sangat pesat berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal. Beton merupakan komponen utama dalam konstruksi, apabila kebutuhan pembangunan dan tempat tinggal meningkat maka penggunaan beton akan meningkat pula. Beton memiliki nilai kuat tekan yang tinggi namun kuat tarik nya lemah, oleh karena itu diperlukan material yang memiliki nilai kuat tarik yang tinggi agar dapat mengimbangi kuat tekan beton. Pemilihan bambu sebagai tulangan alternatif beton karena bambu memiliki kuat tarik tinggi yang dapat dipersaingkan dengan baja (Setiya Budi A, 2013), selain itu bambu merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable). Bambu merupakan salah satu material yang mudah ditemukan di Indonesia, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kapasitas lentur balok beton tulangan bambu petung vertikal takikan tidak sejajar tipe U lebar 2 cm tiap jarak 15 cm. Bambu yang digunakan pada penelitian ini adalah bambu petung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah benda uji 14 buah. Dimensi bambu yang digunakan adalah panjang 1650 mm, lebar 20 mm dan tebal 5 mm. Benda uji berbentuk balok dengan dimensi panjang 1700 mm, lebar 110 mm dan tinggi 150 mm. Delapan buah balok menggunakan tulangan bambu takikan 2 cm tiap jarak 15 cm dan enam buah balok menggunakan tulangan baja. Mutu beton minimal 17,0 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari dengan metode two point loading. Kapasitas lentur hasil pengujian pada balok bertulangan bambu petung kondisi Pmaks didapat 0,2402 ton.m, sedangkan untuk balok bertulangan baja D 7,45 mm kondisi Pmaks didapat 0,5927 ton.m. Kapasitas lentur hasil pengujian pada balok bertulangan bambu petung kondisi P retak pertama didapat 0,1488 ton.m, sedangkan untuk balok bertulangan baja D 7,45 mm kondisi P retak pertama didapat 0,1871 ton.m. Kapasitas lentur hasil analisis pada balok bertulangan bambu petung kondisi ftensile didapat 0,1618 ton.m, sedangkan untuk balok bertulangan baja D 7,45 mm kondisi ftensile didapat 0,6464 ton.m. Kapasitas lentur hasil analisis pada balok bertulangan bambu petung kondisi fyield didapat 0,1429 ton.m, sedangkan untuk balok bertulangan baja D 7,45 mm kondisi fyield didapat 0,5042 ton.m. Kata Kunci : balok beton tulangan bambu, beton tulangan bambu, kapasitas lentur.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TS Manufactures
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 03 Nov 2016 10:54
    Last Modified: 03 Nov 2016 10:54
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28208

    Actions (login required)

    View Item