Perbedaan pengaruh pemberian paracetamol intravena antara 10 dan 20 mg/kgBB terhadap aktifitas agregasi trombosit pada pasien SIRS atau Sepsis

DR BINAWAN, DONNY (2016) Perbedaan pengaruh pemberian paracetamol intravena antara 10 dan 20 mg/kgBB terhadap aktifitas agregasi trombosit pada pasien SIRS atau Sepsis. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (101Kb)

    Abstract

    Donny Binawan, S501208007. Perbedaan pengaruh pemberian paracetamol intravena antara 10 dan 20 mg/kgBB terhadap aktifitas agregasi trombosit pada pasien SIRS atau Sepsis. Pembimbing I: Dr. Hari Wujoso, dr, Sp.F, MM. Pembimbing II: Eko Setijanto, dr, Msi, Med, SpAn. KIC. Program Studi Kedokteran Keluarga Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta 2016 Latar belakang : Sepsis adalah respon inflamasi tubuh terhadap infeksi dan merupakan kejadian yang umum dan serius pada pasien di unit perawatan intensif (ICU). Angka mortalitas sepsis berkisar antara 25-80% diseluruh dunia. Paracetamol bekerja melalui mekanisme menghambat sintesis prostaglandin di sel, menghambat enzim siklooksigenase di pusat, dan bekerja di kemoreseptor nyeri di perifer.Interaksi dengan paracetamol dapat mempengaruhi agregasi trombosit yang dapat kita periksa melalui Tes Agregasi Trombosit. Tujuan: Mengetahui adanya perbedaan pengaruh pemberian paracetamol 10 mg/kgBB intravena dan paracetamol 20 mg/kgBB intravena pada pasien SIRS atau sepsis terhadap aktifitas agregasi trombosit. Metode :Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan Uji Klinis dengan rancangan penelitian pre dan post.Terdapat 30 subyek penelitian pasien SIRS atau sepsis yang dirawat di Ruang Intensive Care Unit dengan umur antara 18 - 65 tahun. Distribusi sampel meliputi 15 subyek dengan pemberian paracetamol 10 mg/kgBB intravena dan 15 subyek dengan pemberian paracetamol 20 mg/kgBB intravena. Setelah dilakukan randomisasai, dilakukan pemeriksaan Agregasi Trombosit sebelum dan 60 menit sesudah perlakuan dengan menggunakan induktor 10 µM ADP. Penelitian ini menggunkan data kategori dengan skala ordinal sehingga uji beda dilakukan dengan uji statistik Non Parametris. Uji beda pada kelompok tidak berpasangan menggunakan uji Mann Whitney. Sedangkan uji beda pada kelompok sampel berpasangan menggunakan uji Wilcoxon Hasil : Hasil uji beda terhadap karakteristik subyek penelitian didapatkan bahwa nilai p > 0,05, hal ini menyatakan bahwa tidak ada pebedaan yang signifikan karakteristik dasar subyek penelitiaan. Analisa selanjutnya berdasarkan hasil uji beda Mann Whitney pada kelompok tidak berpasangan mendapatkan nilai p=0,624, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok parasetamol 10 mg/kgBB intravena dan parasetamol 20 mg/kgBB intravena sebelum perlakuan dan mendapatkan nilai p=0,870, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok parasetamol 10 mg/kgBB intravena dan parasetamol 20 mg/kgBB intravena sesudah perlakuan. Analisa selanjutnya berdasarkan hasil uji beda Wilcoxon pada kelompok berpasangan mendapat nilai p=0,102 (p>0,05) yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan agregasi trombosit antara sebelum dan sesudah pemberian parasetamol 10 mg/KgBB dan mendapat nilai p=0,564 (p>0,05) yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan agregasi trombosit antara sebelum dan sesudah pemberian parasetamol 20 mg/KgBB Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengaruh pemberian paracetamol intravena antara 10 dan 20 mg/kgBB terhadap aktifitas agregasi trombosit pada pasien SIRS atau sepsis. (p=0,870) Kata kunci : Aktifitas agregasi trombosit, paracetamol intravena, SIRS , sepsis.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 03 Nov 2016 10:47
    Last Modified: 03 Nov 2016 10:47
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28198

    Actions (login required)

    View Item