KEDUDUKAN ANAK LUAR KAWIN SETELAH PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 46/PUU-VIII/2010

YANUARI W, ELIZABETH (2016) KEDUDUKAN ANAK LUAR KAWIN SETELAH PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 46/PUU-VIII/2010. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1386Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Elizabeth Yanuari Widiarto, S351208011. 2016. KEDUDUKAN ANAK LUAR KAWIN SETELAH PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 46/PUU-VIII/2010. Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kedudukan anak luar kawin dalam proses pewarisan menurut hukum Islam setelah putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 46/PUU-VII/2010 dan tentang perlindungan hukum bagi anak luar kawin dalam mendapatkan haknya (hubungan nasab maupun perdata) orang tua kandungnya (bapak biologisnya). Penelitian ini merupakan penelitian hukum doktrinal atau normatif, dengan menggunakan metode pendekatan kasus. tentang Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor: 46/PUU-VII/2010, bagaimana putusan ini memandang tentang anak luar kawin dipandang dari hukum waris Islam. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Sumber data yang digunakan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan (library research) dan dari data yang didapat kemudian dianalisis sebagai data penunjang dalam penulisan hukum ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa seorang anak yang lahir dari perkawinan yang sah secara agama dan telah memenuhi rukun dan syarat nikah dan telah dibuktikan dengan ilmu pengetahuan (tes DNA) dan teknologi bahwa anak ini mempunya hubungan darah dengan bapaknya (bapak biologis) berhak mendapatkan hak sama halnya dengan anak sah. Bapak mempunyai kewajiban untuk memelihara anak, berdasarkan Undang-undang No.23 tahun 2002 jo Undang-undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Dalam pandangan Islam, anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan nasab dengan ibunya, dan tidak mempunyai hubungan nasab dengan bapak biologisnya, tetapi dimungkinkan adanya hubungan perdata dengan bapak biologisnya. Kata Kunci: Anak Luar Kawin, Hukum Waris Islam, Waris Islam

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kenotariatan
    Depositing User: Kuni Nur Aini
    Date Deposited: 03 Nov 2016 09:37
    Last Modified: 03 Nov 2016 09:37
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/28179

    Actions (login required)

    View Item