ANALISIS KEBUTUHAN KURIKULUM PENDIDIKANMULTIKULTURAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA SURAKARTA

Hutagulung, Trisnawati and Suwandi, Sarwiji and Wardani, Nugraheni Eko (2013) ANALISIS KEBUTUHAN KURIKULUM PENDIDIKANMULTIKULTURAL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA SURAKARTA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1 (1). pp. 69-83. ISSN 1693-623X

[img] PDF - Published Version
Download (461Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan pendidikan multikultural dalam KTSP, pengembangan pendidikan multikultural dalam silabus, kesesuaian kurikulum pendidikan multikultural, dan analisis kebutuhan kurikulum pendidikan multikultural mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi teknik content analysis atau analisis isi. Penelitian akan difokuskan pada kurikulum pendidikan multikultural mata pelajaran bahasa Indonesia sekolah menengah pertama. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub dimensi yang terkandung dalam standar isi mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII: sub dimensi suku/ras/etnis 14, 29 %; sub dimensi budaya 2,85 %; dan sub dimensi struktur sosial 2,85 %. Kelas VIII: sub dimensi budaya 16,22 %; sub dimensi suku/ras/etnis 13,51%; sub dimensi individu 5,41%; sub dimensi budaya sekolah 5,41%; sub dimensi kelompok 2,70%. Kelas IX: sub dimensi kelompok 2, 85 %; sub dimensi suku/ras/etnis 2,85 %. Sub dimensi yang terkandung dalam silabus mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII: suku/ras/etnis 2,78% dan kelompok 80,56%. Kelas VIII: sub dimensi individu 5,40%, sub dimensi kelompok 54,05%, dan sub dimensi suku/ras/etnis 5,40%. Kelas IX: sub dimensi suku/ras/etnis 2,85%, dan kelompok 77, 14%. Hasil analisis muatan pendidikan multikultural Standar Isi dengan pengembangan silabus yang dilakukan guru ditemukan ketidaksinkronan. Analisis kebutuhan kurikulum pendidikan multikultural di kelas VII menunjukkan sub dimensi pendidikan multikultural yang dikandung dalam SK dan KD ada 3 (21,43%), sedangkan yang tidak terkandung ada 11 (78,57%). Kelas VIII, sub dimensi yang dikandung dalam SK dan KD ada 5 (35,72%), sedangkan yang tidak terkandung ada 9 (64, 28%). Dan di kelas IX, sub dimensi yang dikandung dalam SK dan KD ada 2 (14, 29%), sedangkan yang tidak terkandung ada 12 (85, 71%). Kata Kunci: KTSP bahasa Indonesia, pendidikan multikultural

    Item Type: Article
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Pendidikan Bahasa Indonesia - S2
    Depositing User: Users 850 not found.
    Date Deposited: 12 Jul 2013 22:23
    Last Modified: 12 Jul 2013 22:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2787

    Actions (login required)

    View Item