KAJIAN MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURAKARTA

NABILA, SOFIA (2016) KAJIAN MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (765Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Sofia Nabila, A131408001, 2016. Kajian Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Surakarta. Tesis. Program Pascasarjana Magister Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jumlah sampah yang dihasilkan di Kota Surakarta kurang lebih sebanyak 265 ton setiap harinya. Sistem pengelolaan sampah di Kota Surakarta dapat dikatakan masih tergolong menggunakan konsep tradisional yang menganut konsep kumpul, angkut dan buang. Sistem ini masih terus digunakan karena masyarakat belum mengetahui cara pengelolaan sampah yang baik. Dilain pihak, lahan di TPA Putri Cempo di Kota Surakarta semakin terbatas. Dengan demikian diperlukan suatu upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai salah satu upaya dalam implementasi pengelolaan sampah yang efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah propotionate stratified random sampling. Rumah tangga dibagi dalam dua strata yaitu Rumah Tangga berpendapatan tinggi dan rendah, masing-masing strata diambil secara acak. Dan fasilitas umum diwakili oleh pedagang di pasar Legi dengan metode simple random sampling. Hasil uji analisis, tingkat pendidikan mempunyai korelasi terhadap pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil analisis daya dukung lingkungan, bahwa aktivitas di TPA Putri Cempo menyebabkan daya dukung lingkungan menurun. Hasil perhitungan daya tampung di TPA Putri Cempo, didapatkan hasil bahwa pada tahun 2020 TPA Putri Cempo akan mengalami kelebihan muatan sampah sebesar 1.831.667 m3 dengan tinggi timbulan sebesar 0,94 m. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat menekankan pada 4 pendekatan, yaitu, teknologi, pendidikan dan sosial-ekonomi. Model pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Kota Surakarta pada tingkat Rumah Tangga dan Pasar Legi adalah dengan memanfaatkan sampah sebagai alat pembayaran retribusi kebersihan sampah yang disetorkan kepada bank sampah. Sampah pada tingkat masyarakat apabila dikelola dengan composting dan 3R (reduce, reuse, recycle) akan mengalami penurunan yang semula 158,5 ton/hari menjadi 70,4 ton/hari. Dan sampah pada Pasar Legi juga mengalami penurunan yang semula 15 ton/hari menjadi 625,6 kg/hari. Dengan metode Best Practicable Environmental Option/BPEO diharapkan menjadi suatu pembaharuan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif. Kata kunci : pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sampah, program 3R

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: Tities Amrihtasari
    Date Deposited: 02 Nov 2016 11:39
    Last Modified: 02 Nov 2016 11:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27840

    Actions (login required)

    View Item