Status Infeksi Torque Teno Virus (TTV) Komunitas Gigolo Surakarta

AP, Engine Rabindra (2016) Status Infeksi Torque Teno Virus (TTV) Komunitas Gigolo Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (73Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Engine Rabindra Ariapramuda, G0010073, 2013. Status Infeksi Torque Teno Virus (TTV) Komunitas Gigolo Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Latar Belakang: Torque Teno Virus (TTV) merupakan virus deoxyribonucleid acid (DNA) rantai tunggal berbentuk sirkuler yang pertama kali dilaporkan menginfeksi manusia. Infeksi TTV diduga berperan dalam perkembangan berbagai penyakit. Sampai saat ini belum dapat dipahami sepenuhnya bagaimana mekanisme TTV dalam patogenesis dari berbagai penyakit tersebut. Infeksi TTV ditemukan tidak hanya pada orang-orang dengan keadaan sakit, namun juga ditemukan dengan prevalensi tinggi pada populasi dengan kondisi kesehatan baik. Metode: Komunitas gigolo di Surakarta sejumlah 30 orang dimasukkan sebagai responden penelitian dengan metode respondent driven sampling. Responden diambil darah untuk kemudian dilakukan isolasi asam nukleat, selain itu responden menjalani wawancara secara tatap muka dan mengisi kuisioner. Kemudian, dilakukan polymerase chain reaction (PCR) nested dengan menggunakan pasangan primer NG059/NG063 dan NG061/NG063 untuk mendeteksi sekuen regio N22. Hasil PCR dielektroforesis di gel agarose 2% dengan marker Loading Quick ФX174/HaeIII 72-1353bp. Gel divisualisasikan menggunakan Gel Documentation dan diinterpretasi. Data infeksi TTV, faktor resiko penularan TTV, serta hasil deteksi infeksi HIV dan HCV dianalisis menggunakan uji Chi Square. . Hasil: Sejumlah 7 (7/30, 23,3%) responden positif terinfeksi TTV. Terdapat hubungan (p < 0,050) antara infeksi TTV dengan riwayat tindik (p = 0,029). Tetapi tidak terdapat hubungan (p > 0,050) antara infeksi TTV dengan riwayat seks vaginal tanpa kondom (p = 0,481), seks anal tanpa kondom (p = 0,269), pengguna narkoba suntik (p = 0,065), serta memiliki tato (p = 0,925). Responden dengan riwayat tindik (Odds Ratio [OR] = 7,083; 95% Confidence Interval [CI] : 1,075 - 46,678) dan seks vaginal tanpa kondom (OR = 1,923; 95% CI : 0,307 - 12,053) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami infeksi TTV. Sejumlah 2 (2/3, 66,7%) responden yang terinfeksi HIV dan 2 (2/7, 28,6%) responden yang terinfeksi HCV juga terinfeksi oleh TTV. Responden dengan infeksi HIV (OR = 8,800; 95% CI : 0,661 - 117,234) dan HCV (OR = 1,440; 95% CI : 0,212 - 9,782) memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terinfeksi TTV. Simpulan: Prevalensi infeksi TTV komunitas gigolo di Surakarta lebih rendah bila dibandingkan dengan komunitas lainnya di Indonesia. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui status infeksi TTV pada komunitas gigolo dan kelompok dengan resiko tinggi lainnya, serta untuk mengetahui secara pasti faktor resiko infeksi TTV. Kata kunci: TTV, Gigolo, Surakarta

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 31 Oct 2016 09:39
    Last Modified: 31 Oct 2016 09:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27770

    Actions (login required)

    View Item