KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PENGELOLAAN KETIDAKPASTIAN AUDITOR – AUDITEEPADA PEMERIKSAAN KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus pada BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta)

PRATIWI, RATNA (2016) KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PENGELOLAAN KETIDAKPASTIAN AUDITOR – AUDITEEPADA PEMERIKSAAN KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus pada BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (910Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK RATNA PRATIWI NIM: S231408034. 2016. KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PENGELOLAAN KETIDAKPASTIAN AUDITOR-AUDITEE PADA PEMERIKSAAN KEUANGAN DAERAH (Studi Kasus pada BPK RI Perwakilan Propinsi Jateng dan Pemerintah Kota Surakarta). TESIS.Pembimbing I: Sri Hastjarjo,S.Sos., Ph.D., II: Dr. Andre Noevi Rahmanto, S.Sos.,M.Si. Program Studi Ilmu Komunikasi (Manajemen Komunikasi), Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal antara auditor dan auditee dalam pelaksanaan pemeriksaan keuangan daerah dengan menggunakan Teori Pengurangan Ketidakpastian dari Charles Berger. Bagaimana karakteristik komunikasi, bentuk ketidakpastian komunikasi dan strategi pengurangan ketidakpastian yang dilakukanoleh auditor dan auditee dalam suatu pemeriksaan. Secara khusus, penelitian ini juga melihat bagaimana peranan fasilitator pemeriksaan dalam pengelolaan ketidakpastian tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab kekosongan ilmu pengetahuan akademis tentang komunikasi pemeriksaan sehingga diharapkan pemeriksaan tidak lagi menjadi momok bagi pihak yang diperiksa dan kerjasama mencapai tujuan pemeriksaan keuangan daerah dapat terlaksana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah auditor BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Tengah, auditee bendahara pengeluaran dan penerimaan serta fasilitator pemeriksaan pada Pemerintah Kota Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pola komunikasi interpersonal secara langsung antara auditor dengan auditee dan secara tidak langsung antara auditor dengan auditee melalui fasilitator pemeriksaan. Karakteristik komunikasi interpersonal yang terjadi menunjukkan auditor sebagai pihak yang superior dan auditee sebagai pihak yang inferior. Adapun ketidakpastian komunikasi yang dialami oleh auditor BPK RI terkait aspek karakter dan budaya organisasi entitas, khususnya mengenai kecepatan penyampaian data dan respon atas pemanggilan para auditee. Sedangkan ketidakpastian komunikasi yang dialami oleh auditee Bendahara Pemerintah Kota Surakarta terkait aspek karakter pribadi dari auditor dan ruang lingkup pemeriksaan. Strategi pengelolaan ketidakpastian auditor adalah mencari informasi dan membatasi informasi bagi auditee. Di lain pihak strategi pihak auditee adalah mencari informasi dan merencanakan interaksi dengan auditor. Pada Pemerintah Kota Surakarta, peranan fasilitator pemeriksaan sangat membantu dalam pengurangan ketidakpastian komunikasi auditor maupun auditee. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Pengelolaan ketidakpastian, Komunikasi Pemeriksaan

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: faizah sarah yasarah
    Date Deposited: 04 Aug 2016 14:57
    Last Modified: 04 Aug 2016 14:57
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27633

    Actions (login required)

    View Item