PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rappa L.)

B, FERI MURSID (2016) PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rappa L.). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (98Kb) | Preview

    Abstract

    Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah tanaman jenis sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Tumbuhan pakcoy masih memiliki kerabat dekat dengan sawi ,jadi pakcoy dan sawi merupakan satu genus, hanya varietasnya saja yang berbeda. Pakcoy layak diusahakan untuk memenuhi permintaan konsumen yang cukup tinggi dan peluang pasar internasional yang cukup besar, karena harga jual pakcoy lebih mahal daripada jenis sawi lainnya. Rasa dari sayuran ini mudah diterima oleh lidah sehingga sayuran ini berpotensi untuk dikembangkan. Tujuan dari kegiatan Tugas Akhir ini adalah mengetahui cara budidaya pakcoy, mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy dari penerapan bebagai macam mulsa,dan mengetahui kelayakan usaha tani budidaya pakcoy melalui penggunaan mulsa. Metode dasar yang digunakan dalam kegiatan tugas akhir ini adalah Praktik Lapang, yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa dengan cara terjun langsung mengikuti kegiatan di Desa Bendo Rt 10 Rw 06 Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Terjun langsung ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengetahui secara langsung kegiatan Budidaya Pakcoy dari awal tanam hingga akhir tanam. Proses penanaman pakcoy memerlukan teknik budidaya yang benar agar bisa mendapatkan hasil tanaman yang bagus dan berkualitas tinggi. Teknik budidaya tersebut meliputi persiapan lahan, pengadaan benih, persemaian, pemberian mulsa organik, penanaman, pemeliharaan (penyulaman, pengairan, pemupukan susulan dan pengendalian hama dan penyakit), pengamatan, serta pemanenan dan penanagan pasca panen. Penggunaan mulsa jerami, alang-alang, dan plastik berpengaruh terhadap hasil dan pertumbuhan pakcoy dengan menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih banyak dibandingkan tanpa perlakuan. Penggunaan mulsa jerami, alang-alang, dan plastik berturut-turut menghasilkan berat 107 kg, 94 kg, dan 83 kg. Lebih berat dibandingkan tanpa perlakuan hanya 75 kg. R/C ratio untuk penggunaan mulsa jerami paling tinggi yaitu 1,43, mulsa alang-alang 1,26, mulsa plastik 1,03, dan tanpa perlakuan yaitu 1,00. Dari keempat R/C ratio yang didapat dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya pakcoy layak di jalankan karena R/C ratio lebih dari 1. Penerapan pemberian mulsa organik pada budidaya pakcoy sangat disarankan untuk peningkatan hasil, terlihat dari rata-rata pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, berat sampel dan berat keseluruhan) yang lebih baik dibanding lahan tanpa perlakuan. Yang terpenting adalah, penerapan pemberian mulsa organik pada budidaya pakcoy mampu menekan pertumbuhan gulma, menjaga tekstur tanah agar tetap lembab, dan erosi tanah akibat air hujan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 03 Aug 2016 14:34
    Last Modified: 03 Aug 2016 14:34
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27604

    Actions (login required)

    View Item