MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN GERAK DASAR KONTROL OBJEK MELALUI BERMAIN DAN BEROLAHRAGA PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI PURO 1 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016

WADANA, BIMA FRANK (2016) MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN GERAK DASAR KONTROL OBJEK MELALUI BERMAIN DAN BEROLAHRAGA PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI PURO 1 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (1105Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Bima Frank Wadana. K4612034. MENINGKATKAN KOMPETENSI KETERAMPILAN GERAK DASAR KONTROL OBJEK MELALUI BERMAIN DAN BEROLAHRAGA PADA PESERTA DIDIK KELAS VI SD NEGERI PURO 1 KARANGMALANG SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta,Juni 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan kompetensi keterampilan gerak dasar kontrol objek melalui penerapan bermain dan berolahraga, serta untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran melalui bermain dan berolahraga dengan pembelajaran konvensional direct instruction terhadap pembelajaran keterampilan gerak dasar kontrol objek pada peserta didik kelas VI SD Negeri Puro 1 Karangmalang Sragen tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi (PEK). Penelitian dilaksanakan dengan desain Matching Pretest-posttest Comparison Group Design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI SD Negeri Puro 1 Karangmalang Sragen tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 40 peserta didik. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok, yaitu kelompok kontrol sebanyak 20 peserta didik dan kelompok eksperimen sebanyak 20 peserta didik. Penelitian ini diterapkan selama 8 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dengan angket respon serta tes dan pengukuran keterampilan gerak dasar kontrol objek yaitu dengan TGMD-2 (Test Gross Motor Development-2) dan lembar observasi atau lembar pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan analisis respon Ya dan Tidak sebanyak 20 peserta didik yang merespon Ya dengan rata-rata 18 dengan presentase 90% dan yang merespon Tidak dengan rata-rata 2 dengan presentase 10%. Dalam pembelajaran konvensional tidak dapat dilaksanakan observasi saat pembelajaran berlangsung, karena pembelajaran tidak terdesain secara rinci sebagaimana kelompok eksperimen. Keefektivan penerapan model pembelajaran bermain dan berolahraga yang diterapkan dalam pembelajaran mengalami peningkatkan kompetensi keterampilan gerak dasar kontrol objek dilihat dari analisis deskriptif hasil statistik menunjukan bahwa peserta didik yang diberikan perlakuan dengan model pembelajaran bermain dan berolahraga yang diterapkan mengalami peningkatan lebih baik dengan peserta didik yang mendapatkan pembelajaran konvensional direct instruction. Pada kelompok kontrol saat prestest peserta didik yang masuk dalam deskripsi peringkat rata-rata mendapat 10 peserta didik dan dibawah rata-rata terdapat 10 peserta didik setelah mendapat perlakuan konvensional peserta didik saat postest efektivitas kompetensi keterampilan gerak dasar kontrol objek tidak signifikan. Sedangkan pada kelompok eksperimen saat pretest peserta didik yang masuk dalam deskripsi peringkat di atas rata-rata terdapat 1 peserta didik, rata-rata terdapat 7 peserta didik, di bawah rata-rata 12 peserta didik setelah mendapat perlakuan dengan penerapan model pembelajaran bermain dan berolahraga peserta didik saat postest meningkat menjadi 1 peserta didik dalam deskripsi peringkat superior, 4 peserta didik dalam deskripsi peringkat di atas rata-rata, 12 peserta didik dalam deskripsi peringkat rata-rata, 3 peserta didik dalam deskripsi peringkat di bawah rata-rata. Dari segi produk, hasil perhitungan statistik deskriptif bahwa kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan penerapan model pembelajaran bermain dan berolahraga mempunyai nilai rata-rata pretest 49,90 dan meningkat menjadi 53,95 pada nilai posttest. Sedangkan pada kelompok kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran konvensional direct instruction rata-rata nilai pretest 49,90 dan meningkat menjadi 51.70 pada nilai posttest. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kompetensi keterampilan gerak dasar kontrol objek dengan penerapan model pembelajaran bermain dan berolahraga lebih baik dibanding hasil peningkatan kompetensi keterampilan gerak dasar kontrol objek dengan pendekatan konvensional. Kata kunci :Bermain, Berolahraga, Keterampilan Gerak Dasar Kontrol Objek

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 21 Jul 2016 14:50
    Last Modified: 21 Jul 2016 14:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27553

    Actions (login required)

    View Item