LAPORAN MAGANG DI PTPN IX (PERSERO) KEBUN SEMUGIH MOGA PEMALANG (PROSES PRODUKSI TEH HITAM)

FATKURAHMAN, RIFA (2010) LAPORAN MAGANG DI PTPN IX (PERSERO) KEBUN SEMUGIH MOGA PEMALANG (PROSES PRODUKSI TEH HITAM). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1469Kb)

    Abstract

    Perkebunan merupakan salah satu bagian dari sektor pertanian yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan pertubuhan perekonomian Nasional. Sektor ini berperan cukup besar dalam memberi konstribusi penyediaan lapangan kerja dan sumber devisa. Bidang usaha perkebunan terdiri dari usaha budidaya perkebunan dan usaha industri perkebunan. Usaha budidaya perkebunan adalah serangkaian kegiatan pengusahaan tanaman yang meliputi pra tanam, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan termasuk perubahan jenis tanaman. Usaha industri perkebunan meliputi industri gula pasir dari tebu, teh hitam dan teh hijau, kopi, kakao, kina, karet, kelapa sawit, lada serta industri perkebunan lainya. Teh merupakan minuman yang sudah dikenal dengan luas di Indonesia dan di dunia. Minuman berwarna coklat ini umumnya menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, teh mengandung zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Riset telah menunjukkan bahwa minuman teh tidak hanya enak rasanya, tetapi juga menyegarkan dan meningkatkan gairah untuk makan bahkan dengan kandungan Caffeine/theine dianggap dapat juga memperkuat daya pikir dan kekuatan badan. Selain itu teh juga bermanfaat sebagai obat anti kangker, mempertinggi daya tahan tubuh terhada serangan bakteri, dan mengurangi kekejangan pada anak-anak. Produk teh di Indonesia terdiri dari dua macam yaitu teh hitam dan teh hijau. Perbedaan kedua macam teh tersebut disebabkan oleh perbedaan cara pengolahan dan mesin/peralatan yang digunakan. Dalam proses pengolahan teh hitam memerlukan proses fermentasi (oksidasi enzimatis) yang cukup, sedangkan teh hijau tidak memerlukan sama sekali. Demikian pula pada proses pelayuan, teh hitam memerlukan waktu lama (10-20 jam) dengan suhu 2 yang rendah (25°C-30°C). Sebaliknya teh hijau hanya memerlukan waktu pendek 6-7 menit dengan suhu yang tinggi (90°C-100°C). Perkembangan pengolahan teh hitam senantiasa mengikuti perkembangan pasar/konsumen. Beberapa tahun terakhir konsumen cenderung menghendaki teh dengan ukuran partikel yang lebih kecil (broken tea) dan cepat seduh (quick brewing). Untuk itu pada proses pengolahan teh hitam khususnya pada tahap penggilingan memerlukan tekanan yang lebih besar. Oleh sebab itu pengolahan teh hitam yang semula hanya dikenal sistem orthodox murni, kini berkembang menjadi sistem orthodox rotorvane. Penambahan alat rotorvane dimaksudkan agar proses penghancuran lebih intesif sehingga diperoleh teh dengan ukuran partikel kecil lebih banyak. Setiap perkebunan teh mengharapkan produksi teh yang tinggi dengan mutu baik, sehingga diperoleh harga jual yang tinggi di pasaran. PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Moga Kabupaten Pemalang merupakan salah satu perusahaan pengolahan teh yang cukup berkualitas dan berdedikasi. Hal ini dapat ditinjau dari segi teknologi yang digunakan dan mutu produk yang dihasilkan. Respon pasar yang baik terhadap produk teh dibeberapa daerah, mendorong penulis untuk mengetahui proses pengolahan dan teknologi yang digunakan secara rinci.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > D3 - Teknologi Hasil Pertanian
    Depositing User: Isro'iyatul Mubarokah
    Date Deposited: 12 Jul 2013 21:23
    Last Modified: 12 Jul 2013 21:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2741

    Actions (login required)

    View Item