PENGARUH PENAMBAHAN REHEATER PADA KNALPOT TERHADAP EMISI GAS BUANG CO SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER Z TAHUN 2004

ARISMA, DEBY (2010) PENGARUH PENAMBAHAN REHEATER PADA KNALPOT TERHADAP EMISI GAS BUANG CO SEPEDA MOTOR YAMAHA JUPITER Z TAHUN 2004. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2064Kb)

    Abstract

    Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang terus meningkat, secara langsung dapat mencerminkan pertumbuhan pembangunan ekonomi yang sedang berlangsung. Rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia sebesar 9 persen per tahun. Data Polri tahun 2008, jumlah kendaraan di seluruh Indonesia mencapai 65,27 juta unit. Pada tahun 2010 ini diperkirakan akan mencapai 77 juta unit lebih. (Suara Merdeka, 26 Juni 2010). Di sisi lain penggunaan kendaraan bermotor dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan, terutama gas buang yang dihasilkan dari sisa pembakaran. Gas buang bersifat beracun dan mencemari lingkungan berupa polusi udara. Gas-gas beracun dari jutaan knalpot setiap harinya menimbulkan masalah karena berdampak pada penurunan kualitas udara, berbagai penyakit kronis bila dihirup oleh manusia, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya, serta dapat merusak benda-benda lainnya. Data dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin (Spark Ignation engine) menyumbang hampir 70 % Karbon Monoksida (CO), 100% Plumbum (Pb), 60 % Hidro Carbon (HC) dan 60 % Nitrogen Oksida(NOx). Besarnya emisi gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor tidak boleh melebihi standar baku yang dikeluarkan oleh pemerintah, sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup mengenai ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor yaitu sebesar 4,5% CO & 3000 ppm untuk speda motor dua tak, 4,5% CO & 2400 ppm untuk sepeda motor empat tak, 4,5 % & 1200 ppm selain sepeda motor dua tak. Sampai sekarang pengecekan kadar emisi gas buang pada kendaraan bermotor hanya diwajibkan pada kendaraan angkutan barang dan angkutan umum saja, sedangkan untuk sepeda motor belum diwajibkan. Padahal sepeda motor memiliki jumlah yang terbesar dibandingkan kendaraan bermotor lainnya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 12 Jul 2013 21:19
    Last Modified: 12 Jul 2013 21:19
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2736

    Actions (login required)

    View Item