STRATEGI MENGGALI KEMBALI PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TENTANG SUNGAI

Maflahah, and Intan Purnama Sari, and Yoga Setiawan Margantino, and Dita Rahayu Murgantino, and Aghniyar Rohmi Kayyisa, (2016) STRATEGI MENGGALI KEMBALI PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TENTANG SUNGAI. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1558Kb) | Preview

    Abstract

    Sungai merupakan sumber kehidupan manusia. Secara historis, peradaban manusia banyak dibangun di pinggiran sungai. Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di pulau Jawa yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) di empat sungai besar di kota Solo, salah satunya adalah Kali Pepe. Di masa lampau, Kali Pepe berperan besar dalam berbagai kegiatan manusia. Dalam perspektif sejarah, pemilihan lokasi Keraton Surakarta di desa Sala didasarkan atas pertemuan wilayah antara Kali Pepe dengan Semanggi – yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “tempuran”. Pada saat itu, Kali Pepe merupakan jalur air yang menjadi urat nadi perdagangan guna mengangkut barang dagangan menuju Pasar Gedhe. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya Kali Pepe sangat berkontribusi besar terhadap masyarakat di sekitarnya. Pada hakikatnya, kelangsungan hidup manusia sangat bergantung dengan kondisi (baik secara fisik maupun kualitas) dari lingkungan sekitar maupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan secara naluriah memang manusia cenderung mencari tempat tinggal yang dekat dengan sumber air. Atas dasar itulah, diperlukan pemahaman kembali mengenai keberadaan sungai sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang hadir dan menjadi bagian dari masyarakat setempat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan secara detil kepada masyarakat luas mengenai pemahaman terhadap sungai sebagai salah satu bentuk kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan agar terpublikasi dalam bentuk jurnal demi kemudahan aksesibilitas masyarakat luas dalam memahami hasil penelitian ini. Korelasi dengan kajian yang telah dikemukakan, dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan metode kualitatif dengan kurun waktu selama 5 bulan, dan akan dilaksanakan pada bulan ketiga hingga kelima. Karena pada hakikatnya penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memperoleh data yang lebih mendalam mengenai fenomena yang akan dikaji.

    Item Type: Other
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: yulia nurhalimah
    Date Deposited: 24 Jun 2016 11:14
    Last Modified: 24 Jun 2016 11:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27273

    Actions (login required)

    View Item