KIBBLE SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PERFORMA DAN KARAKTERISTIK KARKAS BERBASIS HABITUS ALAMIAH AYAM BROILER

ARIFIN, ADE AFRINA and PURNANINGRUM, MELA and MIKUWATI, BIN and AKSI, (2016) KIBBLE SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PERFORMA DAN KARAKTERISTIK KARKAS BERBASIS HABITUS ALAMIAH AYAM BROILER. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (574Kb) | Preview

    Abstract

    Ayam merupakan unggas pemakan biji-bijian dan kebanyakan bentuk pakan yang sudah ada tidak mengakomodir sifat alamiah tersebut. Bentuk pakan ayam broiler yang biasa digunakan di Indonesia adalah bentuk crumble, mash dan pellet. Bahan pakan merupakan aspek terpenting dari segi ekonomi pada pemeliharaan unggas komersial, hal ini bukan hanya karena pakan merupakan faktor terpenting untuk respon pertumbuhan ayam, tetapi karena pakan membutuhkan biaya paling besar dalam siklus produksi. Setiap bentuk pakan memiliki efek yang berbeda terhadap performa ayam broiler Pemberian pakan dalam bentuk berbeda adalah salah satu strategi pemanfaatan nutrisi dan dapat dicapai dengan memanipulasi ukuran partikel pakan. Sehingga bentuk pakan yang efisien saat ini sangat dibutuhkan untuk menghasilkan performa ayam broiler dengan hasil paling optimal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam broiler sebanyak 100 ekor. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati dengan menggunakan empat perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. P1 = mash, P2 = crumble, P3 = pellet, P4 = kibble. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap adaptasi, tahap perlakuan dan tahap pengambilan data. Tahap adaptasi dimulai dengan menimbang DOC untuk mengetahui bobot awal. Kemudian ayam diberikan air gula sebanyak 20 gram/liter air (Setiawan dan Sujana, 2009) dan ditempatkan di kandang brooder. Selama masa adaptasi dari umur 1 sampai 7 hari, ayam diberi pakan dengan protein 23% tanpa suplementasi secara ad libitum. Air minum diberikan secara ad libitum. Penimbangan bobot badan dilakukan lagi pada hari ke-8 untuk menentukan bobot awal perlakuan. Tahap perlakuan dimulai ketika ayam berumur 8 hari. Ayam didistribusikan ke petak perlakuan secara acak. Ayam sebanyak 100 ekor dibagi menjadi 20 unit perlakuan. Ayam diadaptasikan dengan ransum perlakuan selama dua hari dengan cara mencampurkan ransum adaptasi dan ransum perlakuan dengan perbandingan 50:50%. Ransum perlakuan dan air minum diberikan secara ad libitum. Sebanyak 2 ekor setiap unit percobaan dipotong pada umur 36 hari sebagai sampel pengukuran karakteristik karkas. Peubah yang diamati adalah : konsumsi ransum, pertambahan bobot badan harian, feed conversion ratio, rasio efisiensi protein, bobot potong, karkas, dada dan lemak abdominal. Manfaat dari penelitian ini adalah pengguna dapat mengkaji bentuk pakan kibble terhadap performa dan karakteristik karkas ayam broiler. Bentuk kibble diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pakan sehingga efisiensi usaha dan margin keuntungan peternak ayam broiler meningkat. Kata Kunci : ayam broiler, kibble, performa, karkas

    Item Type: Other
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 16 Jun 2016 13:27
    Last Modified: 16 Jun 2016 13:27
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27188

    Actions (login required)

    View Item