PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI KALIUM DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN JUMLAH POLONG KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA LAHAN MARGINAL

SARYO, and FAUZAN, ADHIA AZHAR and PAMBUDI, ARYA and CAHYO, BARDHIAN (2016) PENGARUH TINGKAT KONSENTRASI KALIUM DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN JUMLAH POLONG KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA LAHAN MARGINAL. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1553Kb) | Preview

    Abstract

    Kabupaten Banjarnegara merupakan daerah yang memiliki luas tanah marginal cukup besar, yaitu16.163 ha (Jawa Tengah Dalam Angka, 2014). Keadaan tersebut di dukung oleh jumlah petani yang tinggi pula, yaitu29.277orang. Hampir setiap musim kemarau mereka sering mengalami gagal panen, disebabkan oleh jenis tanaman yang ditanam tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan dan juga pemupukan yang terkesan asal-asalan. Selain itu, lahan marginal tersebut juga belum termanfaatkan secara optimal, dengan alasan karena miskin hara para petanienggan untuk mengolahnya, merekahanya memanfaatkan satu kali dalam setahun. Sehingga tingkat produktivitasnya masih rendah (belum produktif). Sebagian dari mereka sudah ada yang memanfaatkan lahan marginal lebih produktif lagi dengan menanam kacang tanah sebagai komoditas utama dan mampu menanam minimal 2 kali dalam setahun, namun hasilnya juga tetap belum memuaskan karena biaya input sama dengan dari outpunya, itulah pengakuan dari salah seorang petani lahan marginal saat ditemui tim peneliti. Menurut Ispandi (2004), hara kalium sangat penting dalam pembentukan polong dan pengisian biji, selain sangat penting dalam metabolisme tanaman. Pengaruh penambahan konsentrasi kalium ke tanah diharapkan dapat meningkatkan kadar hara di dalam tanah saat pupuk larut. Dengan meningkatnya kadar hara di dalam tanah diharapkan akan meningkatkan proses metabolisme tanaman. Pada penelitian ini peneliti akan menggunakan pupuk kalium yang mengandung tingkat konsentrasi kalium yang berbeda yaitu KCL dengan konsentrasi K sebesar 65% sebagai pembuktianhipotesis dan konsentrasi 15% sebagai sebagai pembanding dengan kuantitas masing-masing pupuk yang diaplikasikan adalah sama. Konsentrasi K 65% mengandung arti bahwa setiap 100 Kg pupuk KCL terdapat 65 Kg Kalium (65% x 100 Kg), begitu pula dengan konsentrasi 15 %, setiap 100 kg pupuk NPK terdapat 15 Kg unsur kalium. Dengan digunakannya perbedaan tingkat konsentrasi ini, diharapkan dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadappeningkatan mutu kacang tanah yang meliputi: meningkatnyaberat polong,meningatnya kebernasan biji kacang, meningkatnyajumlah dan keseragaman polong (tidak ada yang hampa) padamasingmasing tanaman kacang tanah. Dengan berhasilnya penelitian ini, diharapkan peneliti dan masyarakat petani pada umumnya mampu mengembangkan budi daya kacang tanah pada daerah marginal di daerah Banjarnegara secara maksimal, dan dapat diterapkan padalahan-lahan marginal lainnya di Indonesia yang masih sangat luas,sehingga mampu meningkatkan produksi kacang tanah dan mampu menyumbangkan produksi kacang tanah secara nasional dari sektor pertanian lahan marginal. Dalam melakukan penelitian ini, survei tempat dilakukan secara bersama-sama pada tempat yang sudah ditentukan. Benih yang dipakai adalah varietas lokal daerah banjarnegara. Semua peralatan yang dibutuhkan dibeli pada kios saprodi terdekat pada daerah tersebut. Penggemburan lahan dan pengontrolan intensif setiap hari dilakukan oleh warga sekitar yang telah diikat kerjasama dengan peneliti. Pada saat penanaman dan pemupukan dilakukan oleh peneliti sendiri, sementara pada saat panen dilakukan secara bersama-sama antara peniliti dan warga sekitar, namun demikian penentuan kacang tanah yang akan dijadikan data primer dalam proses analisaakan dilakukan sendiri oleh peneliti.

    Item Type: Other
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 16 Jun 2016 13:17
    Last Modified: 16 Jun 2016 13:17
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27185

    Actions (login required)

    View Item