INTERVENSI TEKNOLOGI PUPUK CAIR ORGANIK BERBAHAN LIMBAH DALAM PENGOLAHAN INDUSTRI TAHU RUMAH TANGGA BIBIS, MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA

SETIAWAN, ILHAM and WASKITA, PURWATMAKA ADI and FAUZI, SULTHONI and HUDA, FAIZAL AKBARRUL and RAHAYU, FITRI WIDI (2016) INTERVENSI TEKNOLOGI PUPUK CAIR ORGANIK BERBAHAN LIMBAH DALAM PENGOLAHAN INDUSTRI TAHU RUMAH TANGGA BIBIS, MOJOSONGO, KOTA SURAKARTA. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1841Kb) | Preview

    Abstract

    Industri tahu rumah tangga di daerah Bibis Mojosongo, Kota Surakarta, berjumlah sekitar 20 industri. Namun, pemanfaatan limbah tahu tersebut didaerah Bibis Mojosongo masih dinilai rendah. Ketidakinginan pemilik pabrik tahu untuk mengolah limbah cairnya karena kompleks dan tidak efisiennya proses pengolahan limbah, ditambah lagi tidak menghasilkan nilai tambah. Limbah yang dihasilkan tidak diolah namun dibuang begitu saja ke sungai terdekat. Padahal, limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar. Padahal, limbah tahu dapat diolah menjadi pupuk cair organik dengan metode fermentasi sederhana dan mempunyai efisiensi tinggi daripada diolah menjadi biogas. Program pengolahan limbah tahu menjadi pupuk organik cair ini bertujuan untuk membantu menjaga lingkungan serta meningkatkan pendapatan pemilik pabrik tahu. Pengolahan limbah cair tahu menggunakan metode fermentasi dengan waktu sekitar 25 hari, diawali dengan pembuatan starter (campuran bekatul 3kg dan EM4 sebanyak 1 liter) selama sekitar 4 hari. Setelah starter selesai, kemudian dicampur dengan limbah tahu sebanyak 70 liter dan alcohol 70% sebanyak 1 liter. Jumlah starter dan alcohol yang sama dapat digunakan setiap pengulangan 70 liter limbah tahu. Pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair akan digunakan para pemilik pabrik tahu karena prosesnya sederhana dan efisien. Pupuk cair organik ini dapat digunakan untuk memupuk tanaman sayur sekitar dan dijual ke khalayak umum. Program ini juga akan berdampak pada biaya produksi pertanian, dikarenakan dapat meminimumkan biaya dan meningkatkan produktifitas petani sayur setempat karena pupuk organik akan dijual dengan harga yang cocok dengan petani setempat. Kata Kunci : Limbah cair tahu, fermentasi, pupuk cair organik

    Item Type: Other
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 16 Jun 2016 12:31
    Last Modified: 16 Jun 2016 12:31
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27175

    Actions (login required)

    View Item