KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.)DENGAN MASUKAN TEKNOLOGI RENDAH DI TANAH ANDISOL TAWANGMANGU

NUR, LUTHFAN and BUDIONO, R and MAJID, NURKHOLIS and JAYA, ALUYSIUS (2016) KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.)DENGAN MASUKAN TEKNOLOGI RENDAH DI TANAH ANDISOL TAWANGMANGU. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (272Kb) | Preview

    Abstract

    Tanaman kentang merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan cukup diminati oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai pasaran didunia pasar ekspor yang cukup tinggi peluangnya. Kentang pada beberapa negara di Asia dan sebagaian besar negara di Eropa dan Amerika merupakan salah satu makanan pokok yang penting. Kentang adalah jenis tanaman yang mempunyai persyaratan tumbuh optimum pada ketinggian diatas 1200 mdpl, pH tanah optimum antara 5,6 – 7,0 , konsistensi gembur (lembab), permeabilitas sedang, drainase agak cepat sampai baik, dan tanah bertekstur lempung, lempung berpasir sampai liat. Wilayah Dieng khususnya di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah banyak ditemukan desa sentra penghasil kentang dengan produksi yang relatif banyak. Wilayah ini didominasi oleh jenis tanah andosol dan ketinggan antara 1.360 – 2.302 meter diatas permukaan laut yang mana sangat sesuai untuk tanaman Kentang. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata produksi kentang mencapai 47.711 ton/tahun. Akan tetapi hal yang berbeda terjadi pada wilayah Tawangmangu, kabupaten karanganyar, Jawa tengah, dimana pada wilayah ini jarang ditemukan petani yang menanam Kentang. Secara kondisi geografis, wilayah tawangmangu memiliki kondisi yang hampir mirip dengan wilayah Dieng. Penelitian ini dilakukan didua tempat yaitu di Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Dieng dan di Desa Poncol serta desa Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar. Metodologi yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan metode Matching yaitu mencocokan data sampel tanah dengan persyaratan tumbuh tanaman kentang. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi : temperatur, ketersedian air, ketersediaan oksigen, media perakaran, retensi hara, bahaya erosi dan penyiapan lahan. Dengan penelitian ini diharapkan mampu menemukan solusi dari permasalahan pembudidayaan kentang di Tawangmangu, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat petani untuk membudidayakan kentang di daerah Tawangmangu

    Item Type: Other
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 15 Jun 2016 17:49
    Last Modified: 15 Jun 2016 17:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27168

    Actions (login required)

    View Item