DEHIDRASI (DESA HIJAU DARI DAUR ULANG SAMPAH SOLUSI PENGHIJAUAN) DI KAMPUNG TELUKAN

MARETA, HEPPY RIA and KUSUMANING, GATI and DWI, NUR ROHMAH and KUSUMAWARDANI, NURALITA and INGGITA, GAMMA (2016) DEHIDRASI (DESA HIJAU DARI DAUR ULANG SAMPAH SOLUSI PENGHIJAUAN) DI KAMPUNG TELUKAN. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2369Kb) | Preview

    Abstract

    Sampah adalah material sisa dari proses yang telah selesai dan tidak diinginkan lagi. Berdasarkan sifatnya, sampah dibedakan menjadi dua, yakni sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari benda organik, seperti sayuran, makanan, daun kering, dan lain sebagainya. Sampah ini dapat membusuk dengan mudah karena dapat diuraikan oleh tanah. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang berasal dari bahan anorganik, seperti plastik, kertas, botol, kaleng, kayu, dan lain sebagainya. Sampah ini tidak dapat diuraikan oleh tanah. Semakin berkembangnya zaman, jumlah sampah semakin banyak. Hal ini dikarenakan populasi manusia yang meningkat dan pengelolaan sampah yang kurang maksimal. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang berbagai penyakit. Salah satunya dapat dijadikan sebagai sarang nyamuk dan lalat yang dapat membawa penyakit. Sampah mempunyai konotasi negatif, baik itu organik maupun anorganik. Sekarang ini, telah banyak inovasi yang dilakukan terhadap sampah. Sampah yang awalnya tidak mempunyai nilai harga bahkan sudah tidak diinginkan dapat dijadikan barang dengan harga cukup tinggi. Keberhasilan inovasi ini tergantung bagaimana pengelolaan sampah di tempat tersebut. Membuat desa hijau yang produktif di kampung telukan melalui sampah bertujuan untuk memanfaatkan sampah untuk pelestarian tanaman, khususnya tanaman yang produktif, seperti tanaman cabai, kangkung, terong, sawi, dan tomat. Selain mengurangi sampah yang menumpuk, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para ibu rumah tangga sebagai pekerjaan sampingan yang dapat mengurangi tingkat stres dalam melakukan tugas rumah tangganya. Hasil dari tanaman tersebut dapat digunakan sebagai bahan masakan yang sehat dan alami. Warga desa akan diberikan sosialisasi serta pembinaan bagaimana membuat dan merawat taman-tanaman produktif dengan memanfaatkan sampah berupa barang bekas sebagai media tanamnya. Melalui program ini, diharapkan lingkungan desa akan menjadi lebih bersih, nyaman, sehat dan juga hasil dari taman tanaman produktif dapat dikonsumsi oleh masyarakat itu sendiri. Kata Kunci: Telukan, sampah, stress, produktif, tanaman.

    Item Type: Other
    Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Psikologi
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 15 Jun 2016 15:40
    Last Modified: 15 Jun 2016 15:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27161

    Actions (login required)

    View Item