“ KARAKU” INOVASI KERIPIK NASI “TANPA BORAKS” DENGAN RASA, KEMASAN, SERTA STRATEGI PEMASARAN MODERN

Prasojo , Hernowo (2016) “ KARAKU” INOVASI KERIPIK NASI “TANPA BORAKS” DENGAN RASA, KEMASAN, SERTA STRATEGI PEMASARAN MODERN. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (1350Kb) | Preview

    Abstract

    Di Indonesia olahan keripik sangatlah populer dan dibuat dari berbagai macam bahan, mulai dari keripik singkong, keripik udang, keripik bayam, hingga keripik yang berbahan dasar beras. Salah satu olahan keripik berbahan dasar beras yang terbilang cukup populer adalah karak, menurut Muhammad Nur Sigit H, dkk dalam jurnalnya yang berjudul “ mengubah pola pikir ibu rumah tangga rt/rw: 11/03 kecamatan karangploso mengenai bahan tambahan makanan bleng” “Karak merupakan produk kering dari proses penggorengan, berbentuk lempengan tipis, bulat atau persegi panjang, yang terbuat dari bahan dasar beras dengan berbagai cita rasa tergantung bumbu-bumbu yang ditambahkan. Pada umumnya harganya murah, mudah diperoleh dan disukai masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Biasanya karak diproduksi secara tradisional sebagai industri rumah tangga.” (Muhammad Nur Sigit H, dkk; 2013) Banyak masyarakat khususnya di daerah pedesaan yang membuat karak dari sisa nasi yang tidak termakan. Karena dengan dibuat Karak maka nilai guna dan daya tahan dari nasi yang tidak habis termakan akan bertambah. Hal ini merupakan hal yang positif. Namun dalam proses pembuatan karak hampir semua masyarakat memakai bahan kimia yang dalam bahasa pasarannya disebut “bleng”. Masyarakat sudah terbiasa dan menganggap “bleng” merupakan bumbu dapur biasa. Padahal bleng merupakan salah satu bagian dari “boraks” yang berbahaya bagi tubuh. Menurut Astuti Setyowati dalam Jurnal yang berjudul Penambahan Natrium Tripolifosfat dan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Pada Pembuat Karak dalam Mahdar 1990 disebutkan bahwa Bleng padatan mengandung boraks 12 %, garam dapur 60 %, natrium karbonat 28 % dan mineral 0,4 % sebagai besi dan kalsium. Oleh karena bleng padatan mengandung boraks, maka dapat mengganggu kesehatan apabila dikonsumsi. (Renawati, 1990) Asumasi masyarakat yang menganggap perlunya pemakaian bleng sebagai salah satu bahan pokok pembuatan karak menyebabkan keberadaan bleng sulit tergantikan. Selain dari bahan baku yang berbahaya, masalah lain yang dihadapi “karak” adalah pemasarannya yang masih terbilang sangat tradisional yaitu hanya di pasar-pasar tradisional dan karak juga dijual dengan harga yang sangat murah serta sering dianggap sebagai makanan yang kurang bernilai. Melalui PKM ini penulis ingin memecahkan dua masalah “karak” yaitu dengan mengganti bahan pembuat karak menjadi bahan yang tidak berbahaya serta mengangkat nilai jual karak agar dapat bersaing dengan kudapan modern seperti keripik kentang maupun singkong Kata Kunci: Keripik nasi, karak, bleng, modern

    Item Type: Other
    Subjects: T Technology > TX Home economics
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: fauzan ahmad
    Date Deposited: 15 Jun 2016 10:52
    Last Modified: 15 Jun 2016 10:52
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27145

    Actions (login required)

    View Item