APLIKASI PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF MENYENANGKAN (PAKEM) MODEL RANCANGAN ALAT PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP N 1 AMBARAWA TAHUN AJARAN 2006-2007

Kussavita, Riza (2009) APLIKASI PEMBELAJARAN AKTIF KREATIF EFEKTIF MENYENANGKAN (PAKEM) MODEL RANCANGAN ALAT PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP N 1 AMBARAWA TAHUN AJARAN 2006-2007. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1093Kb)

    Abstract

    Pendidikan merupakan lembaga sosial yang harus menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuaan dan teknologi. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan inovasi dalam proses belajar mengajar antara lain dalam pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan subyek didik sehingga bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat, serta meningkatkan mutu pendidikan. Pada proses pembelajaran IPA khususnya biologi, diharapkan peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh, memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah, metode ilmiah, dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk menghafalkan konsep, teori, dan hukum. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang berorientasi pada tes atau ujian. Akibatnya IPA sebagai proses, sikap, dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran, pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak terorientasi pada tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Selain itu umumnya pembelajaran lebih bersifat teacher- centered, guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada aspek kognitif yang terendah dan tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berfikirnya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh aspek afektif dan aspek psikomotor. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu, sarana, lingkungan belajar, dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 12 Jul 2013 20:58
    Last Modified: 12 Jul 2013 20:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2713

    Actions (login required)

    View Item