Pengaruh Kemampuan Berbahasa Jawa Mahasiswa Kedokteran Universitas Sebelas Maret terhadap Pemahaman Komunikasi dengan Pasien

NURAGA, HEGA FITRI and KRISNAWATI, HESTHI and HANIFAH, AISYAH NUR (2016) Pengaruh Kemampuan Berbahasa Jawa Mahasiswa Kedokteran Universitas Sebelas Maret terhadap Pemahaman Komunikasi dengan Pasien. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (4Mb) | Preview

    Abstract

    Komunikasi merupakan kunci dari kesuksesan hubungan dokter dengan pasien. Seorang dokter dituntut untuk dapat menggali keluhan pasien guna menegakkan diagnosis yang tepat. Seorang dokter juga harus mampu berkomunikasi dengan baik guna memberikan edukasi kepada pasiennya. Bahasa merupakan esensi dari sebuah komunikasi. Jika antara dokter dan pasien tidak saling memahami bahasa masing-masing, dapat dipastikan pesan yang seharusnya disampaikan tidak dapat diterima secara optimal. Secara tidak langsung, apabila komunikasi antara dokter dan pasien ini tidak optimal, maka akan mempengaruhi tingkat kesembuhan pasien. Fenomena ini bisa dilihat di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Universitas Sebelas Maret terletak di Solo, sebuah kota di Jawa Tengah, di mana mayoritas penduduknya berbahasa Jawa. Sementara, mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret yang berasal dari seluruh penjuru tanah air tidak semuanya mampu berbahsa Jawa. Padahal, mereka dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan pasien yang rata-rata menggunakan bahasa Jawa. Untuk itulah, peneliti melakukan penelitian “Pengaruh Kemampuan Berbahasa Jawa Mahasiswa Kedokteran Universitas Sebelas Maret terhadap Pemahaman Komunikasi dengan Pasien”. Target dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kemampuan berbahasa Jawa mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret terhadap pemahaman komunikasi terhadap pasien, mengetahui presentase mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret yang mampu berbahasa Jawa aktif dan pasif, mencari solusi yang bisa diambil untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret supaya komunikasi dengan pasien berjalan lancar.Selanjutnya diharapkan data dari hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu acuan program peningkatan kemampuan berbahasa Jawa mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret pada umumnya. Metode yang digunakan adalah obsevasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti membagikan kuesioner mengenai kemampuan berbahasa Jawa mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret dan pemahaman komunikasi terhadap pasien/masyarakat seusai melakukan kegiatan lapangan (field lab).. Populasi penelitian meliputi seluruh mahasiswa kedokteran FK UNS angkatan 2012, 2013,2014, dan 2015 sebanyak 992 mahasiswa. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 80 mahasiswa per angkatan. Data yang diperoleh dianalisis dan temuan yang didapatkan dapat dijadikan evaluasi agar ke depannya ada program peningkatan kemampuan berbahasa Jawa di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Kata kunci: komunikasi, Bahasa Jawa, Universitas Sebelas Maret, dokter

    Item Type: Other
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 14 Jun 2016 15:50
    Last Modified: 14 Jun 2016 15:50
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27073

    Actions (login required)

    View Item