SIRUP SAMBUNG NYAWA SEBAGAI TERAPI ADJUVAN HIPERTENSI

RIZQIKA, AMALIA NOVIA and HAFSAH, AVICENA and YOGATAMA, JEA AYU and WAHYUNINGTYAS, MAYGITHA and MAHANTIKA, ZELEN (2016) SIRUP SAMBUNG NYAWA SEBAGAI TERAPI ADJUVAN HIPERTENSI. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2440Kb) | Preview

    Abstract

    Era modernisasi ini menyebaban perubahan pola hidup seseorang menjadi serba instan sehingga seseorang seringkali tidak memperhatikan asupan makanannya. Padahal makanan instan biasanya diolah dengan cara deep frying dan digoreng. Ditambah kurangnya asupan buah dan sayur, aktivitas fisik serta meningkatnya tingkat stress membuat seseorang mudah terkena penyakit degeneratif yang dikarenakan tingginya kolestrol dalam darah sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah yang mengakibatkan hipertensi sampai stroke. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan Indonesia tahun 2013, penderita hipertensi di Indonesia mencapai 25,8 % . Sedangkan menurut Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2013 penderita hipertensi mencapai 67,57 %, dan berdasarkan data Dinas Kota Surakarta sendiri pada tahun 2012 terdapat 14,9 % penderita hipertensi (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2013). Penderita hipertensi diberikan pengobatan farmakologis dan non farmakologis. Pengobatan farmakologis salah satunya dengan medikamentosa yang sudah ada. Pengobatan non farmakologis dapat dengan perubahan gaya hidup maupun pengobatan tambahan/adjuvan seperti herbal. Untuk mendukung kerja dari pengobatan farmakologis yang sudah ada, kami menawarkan pengobatan tambahan/adjuvan dari ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) yang flavonoidnya dapat menurunkan kadar kolestrol darah dengan menginhibisi angiotensin converting enzym (ACE) sehingga dapat menurunkan tekanan darah, curah jantung, dan resistensi perifer serta sebagai vasodilator melalui penghambatan pompa kalsium atau antagonis kalsium (Hoe et al., 2007). Selain itu ekstrak dari air daun sambung nyawa memiliki potensi paling tinggi terhadap aktivitas vasorelaksasi dan efek negatif kronotropik and ionotropik. Aktivitas negatif inotropik mempengaruhi aktivitas sino atrial (SA) node dengan mengurangi kontraktilitas miokard sehingga beban kerja jantung menurun. Analisis kimia menunjukkan adanya kadar flavonoid yang tinggi pada daun sambung nyawa. (Kaur et al., 2012 ; Abrika et al., 2013) Ekstrak daun sambung nyawa dibuat dengan proses maserasi. Penulis memilih proses maserasi karena proes maserasi merupakan proses ekstraksi yang mudah dilakukan dan menggunakan alat yang relatif sederhana. Kata Kunci : daun sambung nyawa, hipertensi, flavonoid, maserasi

    Item Type: Other
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    T Technology > TX Home economics
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Depositing User: anggra prasasti
    Date Deposited: 14 Jun 2016 14:14
    Last Modified: 14 Jun 2016 14:14
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/27063

    Actions (login required)

    View Item