EFEKTIFITAS TERAPI AKUPUNTUR DIBANDING NSAID TERHADAP NYERI LUTUT PADA WANITA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN DI RSO PROF.DR.R.SOEHARSO SURAKARTA

Yulianto, B. Dwi (2009) EFEKTIFITAS TERAPI AKUPUNTUR DIBANDING NSAID TERHADAP NYERI LUTUT PADA WANITA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN DI RSO PROF.DR.R.SOEHARSO SURAKARTA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (196Kb)

    Abstract

    Osteoartritis (OA) lutut merupakan penyakit sendi degeneratif yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan OA sendi lainnya (Soeparman, 1997: 680). Di Amerika Serikat ditemukan sekitar 53% pasien terganggu aktivitasnya akibat osteoartritis, karena pasien mengalami kesulitan terutama saat melakukan aktivitas jongkok, berjalan dan naik turun tangga. Dari hasil penelitian prevalensi OA lutut secara radiologis di Indonesia cukup tinggi, kalau setengah dari mereka menderita OA lutut simtomatik, maka diperkirakan 1 sampai 2 juta orang lanjut usia di Indonesia menderita cacat karena OA lutut. Pada abad mendatang, tantangan terhadap dampak OA lutut akan lebih besar karena semakin banyaknya populasi yang berusia tua. OA lutut jarang ditemukan pada usia dibawah 40 tahun tapi sering diatas 60 tahun. Wanita yang terkena OA lutut dua kali lebih banyak dari laki-laki (Nasution, 1999: 2) Pada tahun 2002, dari 1055 pasien baru secara keseluruhan (untuk semua jenis kunjungan kasus) yang dikonsulkan ke poliklinik rehabilitasi medik RS Dr. Kariadi Semarang, sebanyak 99 orang adalah OA lutut (9.38%). Nyeri merupakan gejala klinik utama OA lutut, terutama saat melakukan aktivitas atau ada pembebanan pada sendi yang terkena. Akibat keluhan nyeri pasien akan mengurangi aktivitasnya. Pembatasan akivitas ini lama kelamaan akan menimbulkan problem rehabilitasi seperti gangguan fleksibilitas, iii gangguan stabilitas, pengurangan massa otot (atrofi), penurunan kekuatan dan ketahanan otot-otot lokal seperti kuadriseps dan hamstring, dimana otot ini sangat penting pada sebagian besar aktivitas fungsional yang melibatkan anggota gerak bawah seperti mendaki, melompat, bangkit dari posisi duduk, berjalan, naik dan turun tangga dan dalam waktu lama bahkan akan menimbulkan situasi handicap (Kalim, 2000: 4)

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Teknologi Pendidikan
    Depositing User: Muhammad Yahya Kipti
    Date Deposited: 12 Jul 2013 20:51
    Last Modified: 12 Jul 2013 20:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2705

    Actions (login required)

    View Item