PEMBERDAYAAN EKS WTS DI BAREHSOS “WANITA UTAMA” SURAKARTA MELALUI PELATIHAN TRAPUNTO SEBAGAI RAGAM HIAS BUSANA DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN

Anissa, Roffi (2016) PEMBERDAYAAN EKS WTS DI BAREHSOS “WANITA UTAMA” SURAKARTA MELALUI PELATIHAN TRAPUNTO SEBAGAI RAGAM HIAS BUSANA DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN. Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2356Kb) | Preview

    Abstract

    Keberhasilan seseorang dalam menempuh kehidupan tidak hanya ditentukan oleh kesempatan dalam mengenyam pendidikan formal. Seringkali didukung dengan beberapa pendukung yang diperoleh di luar pendidikan formal tersebut. Di antaranya adalah ketrampilan menghias kain dalam bentuk trapunto untuk membuat beberapa macam produk, salah satunya adalah dalam bentuk busana, sudah selayaknya dikembangkan. Pada era sekarang, pembuatan produk busana sangat ditentukan oleh keindahan busana yang di buat. Tidak mudah mendapatkan seseorang yang mampu membuat ragam hias busana yang menarik, indah, dan eksklusif. Maka dari itu kami ingin melakukan kegiatan PKM-M tentang pelatihan ketrampilan membuat ragam hias busana trapunto.Sasaran yang kami pilih adalah Wanita Tuna Susila (WTS) di Balai Rehabilitasi Sosial “Wanita Utama” Surakarta.Upaya penanganan permasalahan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) telah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga sosial utamanya, namun permasalahannya yang ditangani tak kunjung selesai. Barehsos “Wanita Utama” yang sebelumnya bernama panti sosial, merupakan salah satu lembaga sosial milik pemerintah yang menjadi pusat rehabilitasi para perempuan PMKS, antara lain: eks WTS, eks Germo dan eks Tukang pijat liar. Di Barehsos ini mereka (yang berjumlah kurang lebih 80 orang) dalam waktu 5-6 bulan dibina antara lain: bimbingan fisik/mental, bimbingan sosial dan bimbingan ketrampilan. Terbatasnya waktu pembinaan, terbatasnya jenis pelatihan yang diberikan, dan kekurangan tenaga tutorial merupakan permasalahan yang terjadi dalam pembinaan di Barehsos “Wanita Utama”. Bantuan yang akan diberikan oleh tim PKM-M berupa pelatihan trapunto sebagai ragam hias busana diharapkan dapat dijadikan salah satu alternatif memecahkan permasalahan tersebut diatas.Ketrampilan membuat busana dengan ragam hias trapunto ini diharapkan bisa memberikan ilmu trapunto dan lebih luasnya mampu menciptakan peluang usaha bagi kehidupan selanjutnya, dan di harapkan bisa memberikan ilmu trapunto ini kepada orang lain yang membutuhkan. Ketrampilan trapunto ini belum pernah diberikan di Balai Rehabilitasi Sosial “Wanita Utama” Surakarta, kegiatan ini juga akan mendidik para Wanita Tuna Susila (WTS) untuk membuka peluang usaha baru yang lebih inovatif dan kreatif. Metode yang dipakai dalam pelatihan ini adalah ceramah, diskusi, praktikum, dan evaluasi. Diakhir pelatihan dilakukan pendampingan pemasaran, untuk mempermudah pelaksanaannya, para peserta diberi buku panduan dalam melaksanakan pembuatan produk trapunto. Keberlanjutan pelatihan ini, bahwa tim PKM-M akan melakukan monitoring setelah pelatihan selesai. Untuk memantau perkembangan desain produk dan pemasarannya.

    Item Type: Other
    Subjects: T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Kriya Seni
    Depositing User: fauzan ahmad
    Date Deposited: 11 Jun 2016 14:15
    Last Modified: 11 Jun 2016 14:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26941

    Actions (login required)

    View Item