Bish-Bank:Rubbish-Bank (Bank Sampah)

Hanifah, Hanifah and Wardani, Hastin Intan and Hidayatulloh, Rustan and Pratiwi, Widya Septi (2016) Bish-Bank:Rubbish-Bank (Bank Sampah). Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (2842Kb) | Preview

    Abstract

    Keberadaan sampah di sekitar kita sekarang ini sudah tidak dapat dihindari lagi.Minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya membuat lingkungan disekitar kita menjadi terlihat sangat kotor. Bahkan menurut sebuah survei disebutkan bahwa Indonesia termasuk dalam daftar lima negara terkotor di Asia. Hal tersebut tentu membuat kita merasa tidak nyaman.Selain mengotori lingkungan, pembuangan sampah di sembarang tempat juga dapat dijadikan sarang penyakit dan menyebabkan bencana banjir. Pemerintah sendiri sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan sampah ini.Diantaranya adalah penempatan tempat sampah di berbagai lokasi, penyelenggaraan program-program peduli lingkungan, pembersihan bantaran sungai, dan lain sebagainya.Akan tetapi, sepertinya upaya-upaya tersebut masih belum berhasil. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya sampah yang berserakan di sekitar kita Berdasarkan permasalahan tersebut, munculah ide untuk menciptakan sebuah usaha yang dapat menghasilkan uang dan juga membantu mengatasi permasalahan tersebut melalui pembentukan Bish-Bank atau Rubbish Bank (Bank Sampah).Bish-Bank adalah sebuah usaha yang bergerak dibidang jasa, dimana jasa yang ditawarkan adalah jasa pembelian sampah-sampah rumah tangga maupun industri.Jenis sampah yang dapat dibeli oleh Bish-Bank adalah jenis sampah anorganik atau sampah yang bukan dari alam yang dapat di daur ulang kembali. Sistem operasional dari Bish-Bank sendiri dijalankan berdasarkan pada sistem operasional dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan.Yakni dengan menyediakan layanan deposito bagi penyetor sampah (nasabah Bish-Bank) yang ingin menabungkan terlebih dahulu uang hasil mereka menjual sampah ke Bish-Bank.Selain itu, Bish-Bank juga menyediakan kurir yang bersedia menjemput sampah-sampah rumah tangga atau industri dari masyarakat maupun instansi yang berniat untuk menjual sampahnya ke Bish-Bank. Setelah sampah-sampah tersebut terkumpul, maka Bish-Bank akan menjual kembali sampah tersebut ke mitra usaha dalam hal ini pendaur ulang sampah. Sehingga Bish-Bank bertindak sebagai penyetok bahan baku (sampah) untuk para mitra usaha Bish-Bank. Untuk nasabah Bish Bank, mereka dapat mencairkan tabungan mereka setidaknya dua minggu sekali.Hal ini juga dilakukan untuk membiasakan masyarakat dengan kebiasaan menabung.Selanjutnya, keuntungan dari usaha ini diperoleh dari hasil penjualan ulang sampah-sampah yang telah terkumpul di Bish-Bank kepada mitra usaha yang telah dikurangi oleh modal usaha (biaya produksi, biaya investasi, dan biaya-biaya lain yang dibebankan).

    Item Type: Other
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ekonomi
    Depositing User: dina m
    Date Deposited: 12 Jun 2016 20:28
    Last Modified: 01 Sep 2016 11:43
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26906

    Actions (login required)

    View Item