PERAN KULI PANGGUL DI PASAR KLEWER SURAKARTA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK TINGKAT SMA

HENI, HENI (2010) PERAN KULI PANGGUL DI PASAR KLEWER SURAKARTA DALAM PENDIDIKAN FORMAL ANAK TINGKAT SMA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2786Kb)

    Abstract

    Kota Surakarta (juga disebut Kota Solo atau Sala) adalah nama sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Di Indonesia, Surakarta merupakan kota peringkat kesepuluh terbesar (setelah Yogyakarta). Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Kota Surakarta memiliki semboyan BERSERI yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Rapi dan Indah. Selain itu Solo juga memiliki slogan pariwisata Solo the Spirit of Java yang diharapkan bisa membangun pandangan kota Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa. Keramahan dan kesopansantunan warganya menjadi pelengkap citra bahwa Surakarta (orang sering menyebutnya sebagai Kota Solo) merupakan kota yang berbudaya tinggi. Selain kebudayaan sisi lain yang menarik adalah keberadaan pasar tradisional. Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan semua peran, status yang disandangnya serta kepentingan menciptakan relasi antar individu yang kompleks. Selain para penjual dan pembeli yang bertemu dalam suatu pasar, buruh gendong juga berkontribusi dalam aktivitas perekonomian pasar. Merekalah orang yang “membawakan” barang dagangan dari tempat satu ke tempat yang lain. Buruh gendong adalah suatu profesi yang bisa dilakukan laki-laki maupun perempuan, pekerjaan ini mengutamakan tenaga karena harus mengendong barang dari tempat satu ke tempat yang lain. Profesi yang dilakukan perempuan biasanya disebut buruh gendong karena mengendong seperti buah-buahan dsb. Kalau untuk profesi laki-laki disebut kuli panggul karena cenderung membawa barang yang lebih berat. Umumnya upah para buruh gendong/kuli panggul ini bervariasi sesuai dengan beban/berat barang yang dibawa. Profesi ini tetap ada karena masih banyak orang yang membutuhkan tenaga mereka. Para kuli panggul di Pasar Klewer umumnya datang ke pasar mulai pagi hari sampai sore. Para kuli panggul di Pasar Klewer ini sudah bernaung dalam suatu paguyupan. Laki-laki perkasa yang menghayati perannya dengan penuh ketulusan untuk memanggul dan membantu mengangkat barang orang lain demi sekedar upah penopang hidupnya. Penghasilan setiap hari mungkin kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi kalau sudah memiliki anak yang bersekolah. Dengan upah yang tidak terlalu bisa mencukupi semua kebutuhan hidup, orang tua pasti akan berjuang keras untuk memberikan apapun yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu peran keluarga terutama orang tua (ayah dan ibu) mempunyai arti yang sangat penting terutama dalam pendidikan anak. Karena keluarga merupakan guru atau contoh yang nantinya bakal ditiru oleh anak-anaknya kelak, selain keluarga lingkungan juga ikut berperan. Mungkin kalau masih usia anak-anak tidak terlalu berpengaruh akan tetapi jika sudah usia remaja dan dewasa sudah lain ceritanya. Tidak ada orang tua yang mau anaknya bernasib sama dengan dirinya. Orang tua menginginkan anaknya bisa bersekolah setinggitinginya agar dapat meraih mimpi atau cita-cita yang diharapkan. Ayah dan ibu berkewajiban untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anaknya, namun pendidikan di rumah biasanya dibebankan pada ibu karena lebih berperan penting dalam mengasuh anak dibanding dengan ayah. Tetapi pendidikan adalah tanggung jawab kedua orang tua tidak bisa dibebankan kepada salah satu pihak. Namun tidak semua orang tua memiliki kebiasaan dan pola pendidikan yang sama dalam mendidik anak-anaknya, memiliki kesamaan dalam mengambil keputusan dan sikap, sehingga orang tua kurang dan tidak memperhatikan anak karena kesibukannya mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan hidup. Setiap orang tua berjuang keras demi membiayai pendidikan anaknya, walaupun tahu biaya pendidikan jaman sekarang ini tidaklah murah. Kemajuan pendidikan di kota Surakarta cukup menggembirakan. Pelaksanaan program pembangunan di daerah ini telah menyebabkan makin maraknya suasana belajar di berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Dengan dilaksanakannya program-program pembangunan, pelayanan pendidikan sudah mulai menjangkau daerah terpencil dan bahkan penduduk miskin dengan dibangunnya beberapa sekolah di daerah tersebut.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 12 Jul 2013 20:13
    Last Modified: 12 Jul 2013 20:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2683

    Actions (login required)

    View Item