EVALUASI KERUSAKAN DAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JEMBATAN

KILANG P, CAHYANING (2016) EVALUASI KERUSAKAN DAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JEMBATAN. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (113Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi jembatan dan hasil skala prioritas pemeliharaan jembatan pada kerusakan jembatan usulan masyarakat dalam Musrenbang Kecamatan tahun 2015 di Kabupaten Sragen. Penelitian dilakukan pada kerusakan jembatan dengan standar BMS (Bridge Management System), volume lalulintas dalam 12 jam, pemanfaatan jembatan dan kelas jalan. Kategori kerusakan yang akan dibuat prioritas penanganan hanya dibatasi pada penanganan rehabilitasi dan pemeliharaan. Perhitungan prioritas pemeliharaan dengan metode Fuzzy AHP (Analytic Hierarchy Process) untuk menentukan bobot dari kriteria yang ditentukan dan TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) untuk menentukan peringkat dari alternatif jembatan. Setelah melalui proses pengamatan di lokasi untuk mendapatkan data primer dan perhitungan analisis dengan microsoft excell, selanjutnya didapatkan hasil prosentase bobot kriteria kondisi jembatan 21,82%, volume lalulintas 26,38%, pemanfaatan jembatan 23,66% dan kelas jalan 28,14%. Nilai kerusakan jembatan ditentukan menggunakan penilaian standar BMS. Terdapat 14 jembatan dengan kondisi rusak ringan, 4 jembatan dengan kondisi rusak, 16 jembatan dengan kondisi rusak berat, 4 jembatan dengan kondisi kritis dan 2 jembatan dengan kondisi runtuh. Pengamatan kelayakan dalam pelayanan lalulintas dengan cara membandingkan lebar jembatan terhadap volume lalulintasnya terdapat 4 jembatan dengan kondisi terlalu sempit dan 36 jembatan dengan kondisi cukup lebar. Ada 4 jembatan pada jalan kolektor primer, 15 jembatan pada jalan lokal primer, 1 jembatan pada jalan strartegis, dan 14 jembatan pada jalan desa. Pemanfaatan jembatan paling utama adalah untuk sektor pertanian kemudian pemukiman, pelayanan publik dan pariwisata. Penanganan indikatif yang diperlukan jembatan terdiri dari 6 jembatan dengan penggantian, 16 jembatan dengan rehabilitasi dan 18 jembatan dengan pemeliharaan rutin/berkala. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sragen sebaiknya mempertimbangkan penggunaan Fuzzy AHP dan TOPSIS untuk penentuan skala prioritas pemeliharaan jembatan pada usulan Musrenbang. Cara ini mengkombinasi berbagai aspek dan kriteria berdasarkan tingkat kepentingan, sehingga hasil urutan penanganan lebih obyektif. Kata kunci: Kondisi jembatan, AHP, FAHP, TOPSIS.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: fauzan ahmad
    Date Deposited: 03 Jun 2016 21:23
    Last Modified: 03 Jun 2016 21:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26815

    Actions (login required)

    View Item