KORELASI KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA (TGF-β) DAN KUALITAS HIDUP PADA RINOSINUSITIS KRONIK

STEFHANI, DWI ERIKE (2016) KORELASI KADAR TRANSFORMING GROWTH FACTOR BETA (TGF-β) DAN KUALITAS HIDUP PADA RINOSINUSITIS KRONIK. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (329Kb) | Preview

    Abstract

    Dwi Erike Stefhani. 2016. Korelasi Kadar Transforming Growth Factor Beta (TGF-β) Dengan Kualitas Hidup Pada Rinosinusitis Kronik.TESIS. Pembimbing I : dr. Made Setiamika, Sp.T.H.T.K.L (K)., Pembimbing II : dr. Ari Natalia Probandari, MPH, PhD. Program Studi Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. ABSTRAK Latar Belakang : Rinosinusitis Kronik (RSK) merupakan inflamasi mukosa hidung dan sinus paranasal dengan jangka waktu gejala ≥ 12 minggu. RSK terjadi proses remodeling, dimana TGF-β memaikan peranan kunci dalam proses ini. Kualitas hidup sendiri merupakan komponen kebahagiaan dan kepuasan terhadap kehidupan. Pada RSK, kualitas hidup dapat diukur dengan kuesioner Sino-Nasal Outcome Test 20 (SNOT-20). Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan hubungan kadar TGF-β dengan kualitas hidup menggunakan SNOT-20 pada RSK. Tujuan : Mengetahui korelasi kadar TGF-β dengan kualitas hidup pada penderita RSK. Metode Penelitiab : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan membandingkan pemeriksaan kadar TGF-β dalam serum darah dengan teknik ELISA dengan kulitas hidup pada RSK menggunakan SNOT-20. Kemudian data dianalisa bivariat dengan teknik pearson’s product moment, dan dilanjutkan analisa multivariat dengan uji regresi linier. Hasil Penelitian : Sampel penelitian berjumlah 32 dengan perempuan sebanyak 18 pasien (56,2%) dan laki-laki sebanyak 14 pasien (43,8%). Rata-rata kadar TGF- sebesar 50045,68 pg/mL. Rata-rata skor total SNOT-20 adalah 52,16. Kadar TGF- tidak berkorelasi dengan kualitas hidup pada domain hidung. Kadar TGF- berkorelasi negatif dengan kualitas hidup pada domain telinga dan wajah. Kadar TGF- berkorelasi positif dengan kualitas hidup pada domain kualitas tidur. Kadar TGF- tidak berkorelasi kualitas hidup pada domain sosial dan emosi. Kadar TGF-β tidak berkorelasi dengan kualitas hidup secara umum pada penderita rinosinusitis kronik dengan menggunakan SNOT-20. Simpulan : Kadar TGF-β tidak berkorelasi dengan kualitas hidup secara umum pada penderita rinosinusitis kronik dengan menggunakan SNOT-20. Namun apabila ditinjau dari domain telinga dan wajah kadar Kadar TGF-β memiliki berkorelasi negatif. Sedangkan bila ditinjau dari domain Kualitas tidur kadar TGF- berkorelasi positif. Kata Kunci : TGF-, Kualitas Hidup, SNOT-20, Rinosinusitis Kronik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 03 Jun 2016 11:49
    Last Modified: 03 Jun 2016 11:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26748

    Actions (login required)

    View Item