KEBERADAAN INDUSTRI RUMAHAN SHUTTLECOCK TERHADAP PRESTASI BULUTANGKIS DI KABUPATEN TEGAL

NILAWATI, IKA (2016) KEBERADAAN INDUSTRI RUMAHAN SHUTTLECOCK TERHADAP PRESTASI BULUTANGKIS DI KABUPATEN TEGAL. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (535Kb) | Preview

    Abstract

    IKA NILAWATI, A121409058. 2016. KEBERADAAN INDUSTRI RUMAHAN SHUTTLECOCK TERHADAP PRESTASI BULUTANGKIS DI KABUPATEN TEGAL. TESIS. Pembimbing I : Prof.Dr.Muchsin Dowes,dr.AIFO, Pembimbing II : Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd. Program Studi Ilmu Keolahragaan, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Bulutangkis merupakan olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat mulai dari anak-anak, wanita dewasa, pria dewasa bahkan sampai orangtua juga menikmati permainan bulutangkis. Di Kabupaten Tegal olahraga bulutangkis sangat berkembang, dapat dilihat dari adanya PB (persatuan bulutangkis) di setiap desa. Perkembangan bulutangkis di Kabupaten Tegal tidak terlepas dari sejarah masuknya kerajinan shuttlecock yang ada di Kabupaten Tegal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) keberadaan kerajinan industri rumahan shuttlecock di Kabupaten Tegal, (2) keberadaan klub-klub bulutangkis di Kabupaten Tegal melalui pendataan klub, anggota klub dan atlet yang pernah menjadi tim bulutangkis di Kabupaten Tegal, (3) keberadaan industri rumahan shuttlecock mendukung prestasi bulutangkis di Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah prestasi bulutangkis, dengan cara menganalisis industri rumahan shuttlecock terhadap prestasi bulutangkis di Kabupaten Tegal. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposif Sampling, Time Sampling, dan Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Kabupaten Tegal terdapar Industri shuttlecock kini sudah menembus pasar mancanegara, awalnya Cuma industri rumahan yang dikembangkan masyarakat Tegal. Bisnis yang digeluti secara turun menurun oleh masyarakat Tegal ini, kini jumlahnya mencapai 210 unit usaha kecil dan menengah. 10 Unit lainnya merupakan perusahaan besar atau pabrik. Prestasi di Kecamatan Dukuhturi dalam kejuaran PORKAB mendapatkan juara I=1 (S=6), juara II=4 (S=5), juara III=8 (S=4) dan TARKAM juara I=0 (S=3), juara II=1 (S=2), juara III=1 (S=2) total 63. Kecamatan Talang dalam kejuaran PORKAB mendapatkan juara I=4 (S=6), juara II=3 (S=5), juara III=3 (S=4) dan TARKAM juara I=0 (S=3), juara II=0 (S=2), juara III=0 (S=2) total 51. Kecamatan Pagerbarang dalam kejuaran PORKAB mendapatkan juara I=1 (S=6), juara II=0 (S=5), juara III=3 (S=4) dan TARKAM juara I=0 (S=3), juara II=0 (S=2), juara III=0 (S=2) total 18. Kesimpulan yang diperoleh adalah keberadaan industri rumahan shuttlecock berdampak pada prestasi bulutangkis yang ada dilingkungan sekitarnya. industri rumahan shuttlecock di Kabupaten Tegal sangat mendukung prestasi bulutangkis sampai pada prestasi tertingginya. Kata kunci: Keberadaan industri rumahan shuttlecock terhadap prestasi bulutangkis.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Keolahragaan
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 02 Jun 2016 14:25
    Last Modified: 02 Jun 2016 14:25
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26744

    Actions (login required)

    View Item