EFISIENSI SERAPAN N DAN HASIL TANAMAN PADI ( Oryza sativa L. ) PADA BERBAGAI IMBANGAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK DI LAHAN SAWAH PALUR SUKOHARJO

Khotimah, Idha Khusnul (2010) EFISIENSI SERAPAN N DAN HASIL TANAMAN PADI ( Oryza sativa L. ) PADA BERBAGAI IMBANGAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK ANORGANIK DI LAHAN SAWAH PALUR SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1524Kb)

    Abstract

    Upaya meningkatkan produksi padi di Indonesia terus dilakukan untuk mengimbangi laju peningkatan kebutuhan beras yang diperkirakan mencapai 41,5 juta ton atau 65,9 juta ton gabah kering giling ( GKG) pada tahun 2025. Sejak tahun 1980, teknologi revolusi hijau telah memberikan hasil yang positif dalam peningkatan produksi tanaman padi. Namun demikian, beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi tersebut memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesuburan tanah ( Tombe, 2009 ) . Penggunaan pupuk kimia dengan dosis lebih tinggi selain tidak mampu meningkatkan produktifitas ( leveling off ) juga menyebabkan terjadinya ledakan hama dan penyakit tanaman yang sangat luar biasa sehingga biaya produksi lebih tinggi ( Tombe, 2009 ) . Menurut Simanungkalit ( 2006 ) dampak dari penggunaan pupuk kimia secara intensif terlihat jelas pada degradasi bahan organik tanah. Sebagian besar lahan pertanian intensif telah mengalami degradasi lahan dan produksi menurun, terutama terkait dengan sangat rendahnya kandungan C-organik dalam tanah yaitu < 2%. Bahan organik merupakan sumber nitrogen tanah yang utama, dan mempunyai peranan cukup besar terhadap perbaikan sifat fisik, kimia, biologi tanah serta lingkungan. Hal ini mengakibatkan tingkat efektifitas pemupukan menjadi sangat rendah sehingga dosis pemupukan dari tahun ke tahun semakin tinggi. Sebagai contoh, penggunaan urea saat ini sudah mencapai 400-600 kg/ha sedangkan hasil yang diperoleh tidak lebih dari 6 ton gabah kering panen per hektar ( Tombe, 2009 ) . Kunci peningkatan produksi padi dan efisiensi penggunaan pupuk adalah dengan pemupukan berimbang. Menurut Kasno ( 2007 ) penerapan pemupukan berimbang selain dapat meningkatkan produksi pertanian, juga dapat meminimalkan pencemaran dan menjaga kelestarian lingkungan. Pemupukan berimbang berarti penambahan hara agar semua hara esensial dalam tanah optimum bagi pertumbuhan tanaman ( Makarim, 2005 ) . Saat ini pemakaian pupuk organik dan pupuk anorganik secara bersamaan menjadi alternatif baru dalam bidang pertanian. De Datta ( 1981 ) dalam Kasno ( 2007 ) melaporkan bahwa efisiensi pupuk N untuk padi sawah di Asia jarang > 30% pupuk yang diberikan. Menurut Soepartini ( 1995 ) , hasil penelitian selama Pelita IV menunjukkan bahwa efisiensi pemupukan N sekitar 30%. Upaya yang dapat dilakukan dengan mengkombinasikan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pada penelitian Supramudono ( 2008 ) , terlihat efisiensi serapan N tertinggi di lahan sawah Palur sebesar 55,57% pada perlakuan pupuk kandang puyuh 6 ton/ha dan pupuk anorganik Urea 300kg/ha + ZA 100 kg/ha + SP-36 150 kg/ha + KCl 100 kg/ha, sedangkan berat gabah kering giling tertinggi dicapai pada perlakuan pupuk kandang puyuh 6 ton/ha dan pupuk anorganik Urea 300kg/ha + ZA 100 kg/ha + SP-36 150 kg/ha + KCl 100 kg/ha. Meskipun efisiensi serapan N sudah lebih tinggi dari rata-rata, tetapi pupuk anorganik yang dipakai masih tinggi, sehingga perlu penelitian dengan jenis pupuk organik yang berbeda sehingga diharapkan dapat mengurangi dosis penggunaan pupuk anorganik sehingga serapan N lebih maksimum. Saat ini berbagai produk pupuk organik beredar di pasaran, namun seberapa jauh efektifitasnya masih perlu di teliti. Salah satu pupuk yang dihasilkan di daerah Palur, Sukoharjo adalah pupuk POESA. Menurut Suparman ( 2010 ) komunikasi pribadi mengemukakan bahwa Pupuk Organik Enzim Sapi Alami ( POESA) merupakan pupuk yang diproses dari bahan kotoran sapi, enzim dari kulit sapi, enzim dari susu untuk sapi, dan bakteri pembusuk yang ditambahkan saat fermentasi dalam proses pengomposan. Pupuk Organik Enzim Sapi Alami ( POESA) yang mengandung 2.39 % N, 19.11 % C.organik, 32.95 % bahan organik, 2.34 % P 2 O 5, 2.15 % K O, dan 8.00 C/N ratio ( Analisis Laboratorium, 2009 ) . Efektivitas pupuk tersebut dalam meningkatkan kadar bahan organik tanah, serapan N dan hasil tanaman padi belum diketahui. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui peran pupuk organik terhadap efektifitas pemupukan anorganik. 2

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Ardhi Permana Lukas
    Date Deposited: 12 Jul 2013 20:00
    Last Modified: 12 Jul 2013 20:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2673

    Actions (login required)

    View Item