Sistem Informasi Lingkungan Kualitas Air Sungai Di Kota Banjarmasin

ROSYADI, DENNY (2016) Sistem Informasi Lingkungan Kualitas Air Sungai Di Kota Banjarmasin. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (59Kb) | Preview

    Abstract

    Denny Rosyadi, NIM A131408012, 2016. SISTEM INFORMASI LINGKUNGAN KUALITAS AIR SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN. Tesis. Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing I: Komariah STP, M.Sc, Ph.D, pembimbing II: Dr. Sunarto, M.S ABSTRAK Kota Banjarmasin adalah ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal sebagai “Kota Seribu Sungai” karena memiliki banyak sungai dan kanal. Banyaknya sungai dan kanal di wilayah ini menjadikan masyarakat Banjarmasin hidup berorientasikan sungai. Aktivitas kehidupan sebagian besar dilakukan oleh masyarakat di sungai sehingga memberikan pencemaran domestik yang semakin meningkat. Adanya fenomena negatif ini dari segi kualitas air sungainya dapat dikatakan telah mengalami penurunan kualitas bahkan pencemaran. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui kualitas air Sungai Martapura dengan analisis metode STORET dan metode Indeks Pencemaran tahun 2013-2015. (2) untuk menghasilkan peta baku mutu air kelas I,II,III dan IV Sungai di Kota Banjarmasin berdasarkan hasil analisis metode STORET dan metode Indeks Pencemaran tahun 2013-2015. Metode penelitian ini yaitu membagi batas area sampling 10 titik pantau air sungai di Kota Banjarmasin dibatasi dengan pembagian yaitu; area Hulu terdiri dari 2 area (Sungai Bilu, Ansyari), Pembagian area Tengah terdiri dari 3 area (Sungai Baru, Kelayan dan Sungai Kuin) dan area Hilir terdiri dari 5 area (Basirih, Mantuil, Pelambuan, Pertamina dan Alalak) dengan identifikasi nilai pencemaran disetiap area . Hasil penelitian ini adalah mengetahui area yang paling tercemar yaitu: area Tengah yang memiliki jumlah sumber pencemar domestik paling banyak dibandingkan dengan area Hulu dan area Hilir, dan memiliki kepadatan penduduk tertinggi dibanding area Hulu dan area Hilir. Pada metode STORET dan metode Indeks Pencemaran: nilai pencemaran area Tengah ditunjukan pada perubahan nilai skor baku mutu air kelas II. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) berdasarkan hasil analisis kedua metode (STORET dan Indeks Pencemaran) daerah yang paling tercemar adalah area Tengah karena dipengaruhi oleh banyaknya jumlah sumber pencemar domestik yang terdapat di daerah tersebut akibat peningkatan populasi penduduk. (2) penelitian ini menghasilkan peta baku mutu air kelas I,II,III dan IV Sungai Martapura Kota Banjarmasin berdasarkan hasil analisis metode STORET dan metode Indeks Pencemaran tahun 2013-2015. Kata kunci: SIG, metode STORET, metode Indeks Pencemaran, pencemar domestik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pasca Sarjana
    Pasca Sarjana > Magister
    Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 02 Jun 2016 10:41
    Last Modified: 02 Jun 2016 10:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26728

    Actions (login required)

    View Item