Kesalahan Judex Factie Menilai Dakwaan Primair Tidak Terbukti Sebagai Pertimbangan Mahkamah Agung Mengabulkan Permohonan Kasasi Terdakwa Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 18K/PID.SUS/2014

OKTAFIANTO, DENNIS (2016) Kesalahan Judex Factie Menilai Dakwaan Primair Tidak Terbukti Sebagai Pertimbangan Mahkamah Agung Mengabulkan Permohonan Kasasi Terdakwa Pelaku Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 18K/PID.SUS/2014. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (207Kb) | Preview

    Abstract

    Dennis Oktafianto . KESALAHAN JUDEX FACTIE MENILAI DAKWAAN PRIMAIR TIDAK TERBUKTI SEBAGAI PERTIMBANGANMAHKAMAH AGUNG MENGABULKAN PERMOHONAN KASASI TERDAKWA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 18 K/PID.SUS/2014) Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui Kesesuaian alasan pengajuan Kasasi oleh Terdakwa dengan ketentuan yang terdapat pada Pasal 253 ayat (1) huruf a,b,c,KUHAP. Tujuan yang lain yaitu untuk mengetahui perbuatan terdakwa tidak terbukti melanggar dakwaan primair sebagai suatu pertimbangan Mahkamah Agung untuk mengabulkan permohonan kasasi terdakwa telah sesuai Pasal 256 KUHAP. Penelitian hukum ini termasuk penelitian hukum normatif yang bersifat preskiptif dan terapan dengan menggunakan sumber bahan-bahan hukum, baik yang berupa bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan. Dalam penulisan hukum ini, penulis menggunakan analisis dengan metode deduktif selogisme yang berpangkal dari pengajuan premis mayor, salah satunya yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Premis Minor yaitu Putusan Mahkamah Agung Nomor: 18K/Pid.Sus/2014. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan simpulan bahwa permohonan kasasi yang diajukan oleh Terdakwa pelaku Tindak Pidana Korupsi di atas, tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 253 ayat (1) huruf a, b, c, KUHAP. Karena alasan yang pertama Terdakwa Pemohon Kasasi sependapat dengan judex factie beranggapan telah tepat dalam menerapkan hukumnya, bukan sebaliknya mengajukan keberatan atas kekeliruan atau kesalahan judex factie mengenai peraturan hukum tidak diterapkan atau diterapkan tidak sebagaimana mestinya, sehingga alasan pertama bukan materi suatu alasan kasasi yang terdapat pada Pasal 253 ayat (1) huruf a, b, c, KUHAP. Kesesuaian pertimbangan hukum dari Mahkamah Agung terhadap Pasal 256 KUHAP yaitu terdapat di dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 18 K/PID.SUS/2014 yang menyatakan bahwa Judex Factie telah salah menerapkan hukum yang menganggap perbuatan Terdakwa tidak terbukti melanggar sebagaimana dalam dakwaan primair Judex Factie telah salah di dalam menilai pembuktian dakwaan dari Penuntut Umum. Bahwa bentuk susunan Surat Dakwaan yang diajukan oleh Penuntut Umum adalah Dakwaan Subsidaritas, yang pembuktiannya apabila terlebih dahulu berdasarkan pasal dalam Dakwaan Primair, apabila unsur-unsur pasal dalam Dakwaan Primair tidak terbukti maka baru dibuktikan Dakwaan Subsidairnya. Kata kunci : Pertimbangan Hakim, Alasan Kasasi, Korupsi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: fransiska siska meilani
    Date Deposited: 02 Jun 2016 10:28
    Last Modified: 02 Jun 2016 10:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26726

    Actions (login required)

    View Item