BENTUK KASIH SAYANG ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM KUMPULAN GEGURITAN DONGENG SAKA PABARATAN KARYA WIERANTA (TINJAUAN SEMIOTIKA)

TURSINA, ULFA (2016) BENTUK KASIH SAYANG ORANG TUA KEPADA ANAK DALAM KUMPULAN GEGURITAN DONGENG SAKA PABARATAN KARYA WIERANTA (TINJAUAN SEMIOTIKA). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF
Download (204Kb) | Preview

    Abstract

    ABSTRAK Ulfa Tursina, C0108010. “Bentuk Kasih Sayang Orang Tua kepada Anak dalam Kumpulan Geguritan Dongeng Saka Pabaratan Karya Wieranta (Tinjauan Semiotika)” Skripsi: Program Studi Sastra Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana ciri ketidak langsungan puisi dalam tujuh geguritan dalam Kumpulan Geguritan Dongeng Saka Pabaratan karya Wieranta berdasarkan pendekatan semiotika? (2) Bagaimana makna tujuh geguritan dalam kumpulan geguritan Dongeng Saka Pabaratan Karya Wieranta? (3) Bagaimanakah bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak dalam kumpulan geguritan Dongeng Saka Pabaratan Karya Wieranta? Tujuan Penelitian adalah (1) mendeskripsikan ciri ketidak langsungan puisi dalam tujuh geguritan dalam Kumpulan Geguritan Dongeng Saka Pabaratan karya Wieranta berdasarkan pendekatan semiotika. (2) Mendeskripsikan makna tujuh geguritan dalam kumpulan geguritan Dongeng Saka Pabaratan Karya Wieranta? (3) Mendeskripsikan bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak dalam kumpulan geguritan Dongeng Saka Pabaratan Karya Wieranta. Manfaat penelitian ini adalah teoretis mampu memperkaya pengetahuan kesastraan tentang pengkajian geguritan memalui sudut pandang semiotika serta menambah teori semiotika. Manfaat praktis diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk penelitian sejenis maupun selanjutnya. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Objek kajian penelitian adalah tujuh geguritan dalam Kumpulan Geguritan Dongeng Saka Pabaratan. Penelitian ini menggunakan struktur dan deskrepsikan makna untuk mengungkap bentuk kasih sayang orang tua kepada anak terutama ketika sang anak sedang sakit dalam geguritan. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori semiotika. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) ciri ketidak langsungan puisi meliputi penggantian arti, penyimpangan arti, dan penciptaan arti. Pada penggantian arti ditemukan personifikasi dan metonimi. Pada penyimpangan arti meliputi ambiguitas, kontradiksi, dan nonsense. Pada penciptaan arti dijumpai makna baru yang terbentuk; (2) makna yang ditemukan dalam geguritan adalah adanya bentuk kasih sayang orang tua (3) bentuk kasih sayang orang tua kepada anak dalam Kumpulan Geguritan Dongeng Saka Pabaratan Karya Wieranta yaitu kasih sayang kepada anak terutama ketika sang anak sakit. Kata kunci: Geguritan, Bentuk Kasih Sayang Orang Tua, Semiotika

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    P Language and Literature > PJ Semitic
    P Language and Literature > PN Literature (General)
    P Language and Literature > PZ Childrens literature
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Jawa
    Depositing User: Ana Ana Ana
    Date Deposited: 01 Jun 2016 14:04
    Last Modified: 01 Jun 2016 14:04
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26720

    Actions (login required)

    View Item