PERANAN GO TIK SWAN HARDJONAGORO DALAM MENGEMBANGKAN BATIK DI SURAKARTA 1955-1964

Saksono, Wendha Widyo (2010) PERANAN GO TIK SWAN HARDJONAGORO DALAM MENGEMBANGKAN BATIK DI SURAKARTA 1955-1964. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2473Kb)

    Abstract

    Wendha Widyo Saksono. K4406046. Peranan Go Tik Swan Hardjonagoro Dalam Mengembangkan Batik Di Surakarta 1955-1964. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Agustus 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Sejarah lahirnya batik Hardjonagoro di Surakarta, (2) Motif, jenis, dan filosofis yang terkandung dalam batik Hardjonagoro, (3 ) Perkembangan batik Hardjonagoro di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan langkah-langkah heuristik, kritik sumber, intepretasi, historiografi. Sumber data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sumber tertulis yang meliputi sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan analisis historis yang mengutamakan ketajaman intepretasi sejarah. Langkah-langkah menganalisis data adalah: (1) pengumpulan data yang kemudian diklasifikasikan sesuai tema penelitian., (2) terhadap sumber yang didapat dilakukan kritik intern (content analysis) dan kritik ekstern (contruct analysis) untuk menentukan kredibilitas dan otentitas sumber, (3) Dari data yang didapatkan digunakan pendekatan kerangka teori, konsep, metodologi yang berfungsi sebagai kritria penyelesaian, identifikasi dan pengklasifikasian, (4) merangkaikan fakta-fakta untuk mengetahui hubungan sebab–akibat antar peristiwa satu dengan peristiwa yang lain, (5) Fakta–fakta yang sudah didapatkan dan dihubungkan kemudian disusun menjadi sebuah karya yang menyeluruh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Karya-karya batik Go Tik Swan dikenal dengan nama “Bat ik Indonesia”. Bat ik Indonesia karya Go Tik Swan pada dasarnya adalah hasil perkawinan antara batik gaya klasik keraton dan batik gaya pesisir utara Jawa Tengah. Gaya batik klasik keraton Surakarta dan Yogyakarta yang introvert dikawinkan dengan gaya batik pesisir utara Jawa Tengah yang extrovert. Go Tik Swan menciptakan batik untuk memenuhi gagasan Bung Karno. Gagasan Bung Karno mengenai batik adalah batik yang menampilkan nilai seni budaya sebagai jatidiri bangsa sekaligus menyuarakan pesan persatuan Indonesia, (2) Motif-motif yang dikembangkan Go Tik Swan dari motif-motif lama yang tetap mengandung makna simbolik. Dari itu Go Tik Swan tidak merasa berdosa karena telah mengubah nilai-nilai klasik menjadi baru. Go Tik Swan sangat sadar akan perubahan-perubahan sosial dan budaya jamannya. Konsep „nunggak semi‟ diyakini Go Tik Swan tidak akan membuat tandus ladang kreativitasnya. Pola-pola yang rumit, kecil, halus, oleh Hardjonagoro dipertegas, diperkuat, kalau perlu agak dirombak, tetapi tetap tidak meninggalkan tunggaknya. Misalnya batik Semen Rama, Sawunggaling, Kembang Bangah, dan Pisan Bali, (3) Go Tik swan tidak berhenti hanya menciptakan batik untuk memenuhi keinginan Bung Karno. Agar usaha pembatikannya itu dapat berjalan terus, dan dengan demikian batik-batik cipataannya itu dapat diproduksi kembali, maka mau tidak mau harus menciptakan pasar bagi batik-batik karya Go Tik Swan. Wendha Widyo Saksono. K4406046. Go Tik Swan Hardjonagoro Role In Developing Batik In Surakarta, 1955-1964. Thesis, Surakarta: Faculty of Teacher Training and Education, University Eleven March, August 2010. The purpose of this study is to determine: (1) The history of the birth of batik Hardjonagoro in Surakarta, (2) motif, type, and philosophical contained in batik Hardjonagoro, (3) development of batik Hardjonagoro in Surakarta. This study uses the historical method with heuristic measures, source criticism, interpretation, historiography. Data sources used in writing this essay was written sources including primary sources and secondary sources. Data collection techniques using literature study. Data were analyzed by using historical analysis that prioritizes acuity interpretation of history. The steps to analyze the data are: (1) collecting data and then classified according to the research theme., (2) of the sources that get done internal criticism (content analysis) and external criticism (contruct analysis) to determine the credibility and authenticity of sources, (3 ) From the data obtained is used approach the theoretical framework, concepts, methodology that serves as kritria completion, identification and classification, (4) weave the facts to determine cause-effect relationship between one event with another event, (5) The facts which has been established and connected then compiled into a comprehensive work. Based on the results of this study concluded: (1) The works of batik Go Tik Swan known as the "Batik Indonesia." Indonesian Batik Go Tik Swan's work is basically the result of a marriage between classical style batik batik-style palace and the north coast of Central Java. Classical batik style palace of Surakarta and Yogyakarta-style batik introvert mated with northern coast of Central Java is extrovert. Go Tik Swan batik to fulfill the idea of creating of Bung Karno. Bung Karno idea about batik is batik, which displays the value of art and culture as an identifiable national unity of Indonesia as well as voice messages, (2) motifs developed Go Tik Swan of old motifs that may still have some symbolic meaning. From the Go Tik Swan do not feel guilty for having to change the values into a new classic. Go Tik Swan is very aware of social changes and culture of his era. The concept of 'nunggak semi' is believed to Go Tik Swan will not make a barren field creativity. The patterns are intricate, small, smooth, by Hardjonagoro affirmed, strengthened, if need be somewhat reformed, but still did not leave the stumps.For example batik Semen Rama, Sawunggaling, Kembang Bangah, and Pisan Bali, (3) Go Tik swan does not stop just create batik to meet the wishes of Bung Karno.Pembatikannya business for it to walk on, and thus batik-batik that can be produced again, so would not want to create a market for batik-batik works of Go Tik Swan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LA History of education
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
    Depositing User: Users 831 not found.
    Date Deposited: 12 Jul 2013 19:46
    Last Modified: 12 Jul 2013 19:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2670

    Actions (login required)

    View Item