PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURWANTORO

Wikan Prasanti, Laily (2016) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN AKTIVITAS BELAJAR PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS KELAS VIII SMP NEGERI 1 PURWANTORO. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (440Kb) | Preview

    Abstract

    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan Pendekatan Matematika Realistik yang dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Purwantoro dan untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan Pendekatan Matematika Realistik dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas belajar siswa. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data pemahaman dan aktivitas belajar siswa. Untuk data pemahaman diperoleh dari hasil tes akhir siklus, sedangkan untuk data aktivitas belajar siswa diperoleh dari hasil observasi selama proses pembelajaran. Indikator keberhasilan penelitian ini berdasarkan hasil tes pemahaman siswa setidaknya 75% siswa mencapai level skor lebih dari atau sama dengan 2 pada setiap indikator, dan 75% siswa aktif dalam pembelajaran atau aktivitas belajar dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa langkah pembelajaran dengan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan Pendekatan Matematika Realistik yang dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas belajar siswa yaitu 1) Kegiatan Pendahuluan, yaitu a) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. b) Tahap Elicit meliputi: (1) Guru memberikan pertanyaan yang dapat merangsang pengetahuan awal siswa. (2) Guru merevisi jawaban siswa yang salah dan memberi penguatan jika jawaban siswa benar. d) Tahap Engagement, siswa diberi motivasi dengan mengemukakan permasalahan konstektual. 2) Kegiatan Inti, yaitu a) Tahap Exploration meliputi, (1) Guru membagi siswa dalam kelompok belajar yang terdiri dari 4-5 orang (2) Guru membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada masing-masing kelompok. (3) Siswa dalam kelompok bekerjasama untuk menyelesaikan permasalahan dalam Tugas 1 yang terdapat pada LKS (4) Guru mengawasi jalannya diskusi kelompok dan memberikan bimbingan bila siswa mengalami kesulitan. b) Tahap Explanation yaitu, guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka pada Tugas 1 di depan kelas. c) Tahap Elaboration yaitu siswa dalam kelompok berdiskusi dan mengerjakan Tugas 2 pada LKS. (d) Tahap Evaluation yaitu, guru menunjuk perwakilan dari beberapa kelompok untuk menuliskan jawaban mereka di papan tulis. (e) Tahap Extend yaitu, Guru memberikan beberapa contoh permasalahan mengenai materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. 3) Kegiatan Penutup yaitu, a) Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan atas materi yang telah vii dibahas. b) Guru meminta siswa untuk mempelajari materi untuk pertemuan berikutnya. Berdasarkan pembelajaran tersebut, indikator menyatakan ulang suatu konsep terjadi peningkatan sebesar 8,83%. Untuk indikator mengklasifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu (sesuai dengan konsepnya) terjadi peningkatan sebesar 20,59%. Untuk indikator memberi contoh dan non-contoh suatu konsep, tidak terjadi peningkatan.Untuk menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representatif matematis terjadi peningkatan sebesar 17,66%. Untuk indikator mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep terjadi peningkatan sebesar 23,50%. Untuk indikator menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu tidak terjadi peningkatan dari siklus I. sedangkan untuk indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah jika dibandingkan dengan kondisi awal meningkat sebesar 38,24%. Sedangkan persentase siswa yang aktif dalam pembelajaran pada prasiklus sebesar 36,96% pada siklus I persentase siswa yang aktif dalam pembelajaran mengalami peningkatan sebesar 22,34% menjadi 59,30%. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 18,60% menjadi 77,36%. Berdasarkan hasil observasi selama proses pembelajaran dan hasil tes siklus dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E dengan Pendekatan Matematika Realistik dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Purwantoro tahun ajaran 2012/2013. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian indikator keberhasilan yaitu berdasarkan hasil tes pemahaman siswa setidaknya 75% siswa mencapai level skor lebih dari atau sama dengan 2 pada setiap indikator, dan 75% siswa aktif dalam pembelajaran atau aktivitas belajar dalam kategori tinggi. Kata kunci: Learning Cycle 7E, Pendekatan Matematika Realistik, aktivitas belajar, pemahaman.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Matematika
    Depositing User: dian pratiwi
    Date Deposited: 30 May 2016 16:07
    Last Modified: 30 May 2016 16:07
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26630

    Actions (login required)

    View Item