Efektivitas Larutan Salin Isotonik Terhadap Tingkat Sumbatan Hidung Dan Kualitas Hidup Pada Penderita Rinosinusitis Kronik.

Savitri, Emma (2016) Efektivitas Larutan Salin Isotonik Terhadap Tingkat Sumbatan Hidung Dan Kualitas Hidup Pada Penderita Rinosinusitis Kronik. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (26Kb) | Preview

    Abstract

    Rinosinusitiskronik (RSK) ditandai oleh dua atau lebih gejala, salah satunya berupa hidung tersumbat atau sekret nasal. Ditambah nyeri wajah atau berkurangnya sensasi penghidu. Penatalaksanaan standar rinosinusitis kronis pada orang dewasa saat ini yang direkomendasikan oleh kelompok studi Rinologi PERHATI-KL meliputi pemberian antibiotik, dekongestan oral, kortikosteroid dan mukolitik disertai terapi tambahan irigasi hidung. Penilaian patensi hidung dan kualitas hidup penderita dapat menilai efektivitas terapi rinosinusitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan cuci hidung dengan larutan salin isotonik terhadap tingkat sumbatan hidung dan kualitas hidup pada penderita rinosinusitis kronik.. Penelitian eksperi mental murni dengan desain RCT. Sampel terdiri dari dua kelompok: RSK yang mendapat terapi standard an terapi standar ditambah larutan salin isotonik. Tiap kelompok terdiridari 25 sampel. Tingkat sumbatan hidung dilakukan pengukuran pre dan post memakai PNIF. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji Kai – Kuadrat (Uji X2). Kualitas hidup dilakukan pengukuran pre dan post memakai SNOT-20. Untuk mengetahui hubungan kualitas hidup antar grup pengamatan digunakan uji T independen. Setelah dua minggu terdapat perbedaan untuk tingkat sumbatan hidung perbedaan ini secara statistik dinyatakan signifikan (p = 0,025 < 0,05). Skor Kualitas hidup secara keseluruhan sesudah terapi pada kelompok pasien yang diberi terapi medikamentosa ditambah terapi cuci hidung dengan larutan isotonik relatif lebih baik dibandingkan pada kelompok pasien yang hanya diberi terapi medikamentosa. Perbedaan tersebut secara statistik dinyatakan signifikan (p = 0,005 < 0,05). Pemberian larutan cuci hidung dengan larutan isotonic sebagai terapi tambahan akan memperbaiki patensi hidung dan kualitas hidup penderita rinitis kronis dibandingkan dengan hanya terapi standar saja. Kata Kunci :PNIF, SNOT-20, larutan salin isotonik, rinosinusitis kronik.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Magister Kedokteran Keluarga
    Depositing User: bibid widodo
    Date Deposited: 30 May 2016 13:40
    Last Modified: 30 May 2016 13:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26609

    Actions (login required)

    View Item