POLA KOMUNIKASI ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA (ORARI) (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Pola Komunikasi Organisasi Amatir Radio Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemajuan Teknologi Komunikasi

Indah K, Heni (2016) POLA KOMUNIKASI ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA (ORARI) (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Pola Komunikasi Organisasi Amatir Radio Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemajuan Teknologi Komunikasi. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (361Kb) | Preview

    Abstract

    Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia, disingkat ORARI, adalah salah satu wadah bagi amatir radio di Indonesia. ORARI berdiri pada 9 Juli 1968. Di Indonesia ORARI berpusat di Jakarta, dan di Jawa Tengah ORARI berpusat di Semarang. Ada banyak cabang ORARI, hampir di setiap daerah memiliki organisasi ini. Di cabang Surakarta sendiri berdiri pada tahun 1968 yang bertempat di ruko Bhayangkara. Pada saat itu beranggota 1600 orang yang kebanyakan dari kalangan yang mempunyai hobi pada radio amatir. Tidak dapat dipungkiri bahwa masuknya teknologi telepon seluler di Indonesia memiliki pengaruh terhadap ORARI. Hal paling mendasar mengenai ORARI seperti pola komunikasi dan simbol yang digunakan serta merta mendapat pengaruh atas masuknya teknologi telepon seluler. Kemudahan penggunaan telepon seluler berdampak pada beralihnya penggunaan radio ke telepon seluler. Hal tersebut juga dirasakan oleh ORARI, jumlah anggota ORARI berkurang sebesar 66% dari semula berjumlah 1.600 anggota menjadi 544 anggota. Pada awal perkembangannya, ORARI menggunakan alat RIGH untuk berkomunikasi. RIGH yang semula hanya menjangkau dua meter sekarang dengan kemajuan teknologi telah mampu menjangkau hingga manca negara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam, studi pustaka berupa dokumen, buku, dan data-data terkait mengenai penelitian, serta observasi. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Berdasarkan sajian dan analisa data yang telah dikemukakan oleh peneliti, peneliti melihat bahwa dalam proses perkembangan teknologi ORARI mengalami berbagai macam perubahan yang cukup signifikan. Namun, jika dilihat pola komunikasi yang terbentuk di dalamnya, jaringan komunikasi ORARI tidak berubah maupun terputus karena kesenjangan penggunaan alat teknologi yang digunakan sebagai transmitter pesan dari komunikator kepada komunikan. Pola komunikasi yang digunakan adalah model semua saluran. Semua tingkatan dalam jaringan tersebut dapat melakukan interaksi timbal balik tanpa melihat siapa tokoh sentralnya. Kata kunci : Pola Komunikasi, ORARI

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
    Depositing User: dian pratiwi
    Date Deposited: 29 May 2016 08:30
    Last Modified: 29 May 2016 08:30
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26576

    Actions (login required)

    View Item