OPTIMASI PEMANFAATAN SELULOSA DARI LIMBAH AMPAS TEBU (Saccharum Officinal L.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) UNTUK INDUSTRI MAKANAN

Wijayanto, Herry and Ningrum, Rezni Surya and Nuriyawan, Hepi and Yuliyati, Ina (2016) OPTIMASI PEMANFAATAN SELULOSA DARI LIMBAH AMPAS TEBU (Saccharum Officinal L.) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) UNTUK INDUSTRI MAKANAN. Universitas Sebelas Maret .

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (192Kb) | Preview

    Abstract

    Carboxymethyl Cellulose (CMC) atau Karboksimetil selulosa merupakan zat aditif yang biasa ditambahkan pada bahan pangan sebagai pengikat, penahan air, serta pengental atau penstabil emulsi yang berupa eter polimer selulosa linear dan senyawa anion, yang bersifat biodegradable, tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, butiran atau bubuk yang larut dalam air namun tidak larut dalam larutan organik, memiliki rentang pH sebesar 6.5 sampai 8.0, stabil pada rentang pH 2 – 10, bereaksi dengan garam logam berat membentuk film yang tidak larut dalam air, transparan, serta tidak bereaksi dengan senyawa organik. Karboksimetil selulosa berasal dari selulosa kayu dan kapas yang diperoleh dari reaksi antara selulosa dengan asam monokloroasetat, dengan katalis berupa senyawa alkali. Pencarian sumber bahan baku pembuatan CMC selain dari selulosa kayu dan kapas merupakan alternatif untuk memanfaatkan selulosa non kayu yang belum dimanfaatkan. Bahan selulosa non kayu sesungguhnya tersedia di Indonesia dalam jumlah yang berlimpah, salah satunya limbah ampas tebu. Faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan CMC adalah alkalisasi dan karboksimetilasi yang nantinya menentukan karakteristik dari CMC yang dihasilkan. Permasalahan yang timbul ialah belum diketahui kondisi optimum pembuatan CMC dengan bahan baku limbah ampas tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi reagen alkalisasi dan reagen karboksimetilasi yang menghasilkan karakteristik CMC terbaik. Metode yang digunakan adalah perlakuan disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi asam monokloroasetat yang terdiri dari 2 taraf yaitu 20% dan 30% dan faktor kedua adalah lama agitasi yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan Analysis of Variance dan Zeleny untuk mendapatkan perlakuan terbaik. Target yang ingin dicapai adalah mendapatkan komposisi reagen alkalisasi dan reagen karboksimetilasi terbaik dalam pembuatan CMC dari limbah ampas tebu sehingga nantinya dapat dijadikan teknologi tepat guna dalam produksi CMC.

    Item Type: Other
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
    Depositing User: dina m
    Date Deposited: 28 May 2016 17:16
    Last Modified: 28 May 2016 17:16
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26571

    Actions (login required)

    View Item