PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK GANDUM (WHEAT POLLARD) TERFERMENTASI TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM ARAB

Sri Mardiastuti, Endang (2004) PENGARUH PENGGUNAAN DEDAK GANDUM (WHEAT POLLARD) TERFERMENTASI TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM ARAB. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (210Kb)

    Abstract

    Sejalan dengan pertambahan penduduk dan tingkat kesadaran masyarakat akan gizi, diperlukan peningkatan ketersediaan sumber gizi terutama protein hewani. Telur ayam arab dapat dijadikan salah satu sumber protein hewani. Peranan pakan dalam usaha peternakan sangat penting dan menentukan pada keberhasilan usaha. Dalam pakan unggas yang biasa digunakan untuk campuran pakan adalah bekatul. Bekatul mempunyai kandungan nutrisi yang rendah dan mudah rancid. Salah satu bahan pakan yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan bekatul adalah wheat pollard terfermentasi karena kandungan nutrisinya lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan wheat pollard terfermentasi sebagai pengganti bekatul terhadap kualitas telur ayam arab dan untuk mengetahui taraf yang optimum wheat pollard terfermentasi dapat menggantikan bekatul dalam ransum ayam arab. Penelitian ini dilaksanakan dikandang ayam arab milik bapak Sutarno di jalan Tarumanegara utama no 96 Banyuanyar Surakarta, dan untuk uji kualitas telur dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Fakultas Pertanian UNS, jalan Ir Sutami no 36A Surakarta, mulai tanggal 3 Januari sampai 26 Maret 2004. Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam arab betina umur 24 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam arab. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (Jagung 40% + konsentrat 30% + bekatul 30 %), P1 (Jagung 40% + konsentrat 30% + bekatul 20 %+ wheat pollard terfermentasi 10 %), P2 (Jagung 40% + konsentrat 30% + bekatul 10 %+ wheat pollard terfermentasi 20 %), P3 (Jagung 40% + konsentrat 30% + wheat pollard terfermentasi 30 %). Parameter yang diamati meliputi indeks telur, tebal kerabang, berat kuning telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan nilai HU. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan wheat pollard terfermentasi memberikan pengaruh tidak nyata terhadap indeks telur, tebal kerabang, berat kuning telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan nilai HU. Nilai rerata dari maing-masing parameter yang diamati dari masing- masing perlakuan P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut yaitu indeks telur 78,438%; 78,392%; 78,139%; dan 79,749%, tebal kerabang 0,3196mm; 0,3288mm; 0,3210mm; dan 0,3192mm, berat kuning telur adalah 13,292g; 12,926g; 13,256g; dan 13,174g, indeks putih telur yaitu 0,096; 0,095; 0,098; dan 0,096, indeks kuning telur adalah 0,46; 0,457; 0,469; dan 0,465, dan nilai Haugh Unit adalah 85,802; 85,262; 84,774; dan 84,568. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan wheat pollard terfermentasi sebagai pengganti bekatul dalam ransum ayam arab tidak berpengaruh terhadap kualitas telur ayam arab yang meliputi indeks telur, tebal kerabang, berat kuning telur, indeks putih telur, indeks kuning telur dan nilai HU, dan wheat pollard terfermentasi dapat menggantikan bekatul sampai taraf 100%.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:18
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/2631

    Actions (login required)

    View Item