CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE: Analisis Feminis

Galang S.P, Anandya (2016) CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE: Analisis Feminis. Other thesis, UNIVERSITAS SEBELAS MARET.

[img]
Preview
PDF - Published Version
Download (237Kb) | Preview

    Abstract

    Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana citra perempuan yang terdapat dalam novel Belenggu? (2) Bagaimana bias gender yang muncul dalam novel Belenggu? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan citra perempuan yang terdapat dalam novel Belenggu. (2) Mendeskripsikan bias gender yang muncul dalam novel Belenggu. Metode yang digunakan penelitian ini adalah analisis feminis. Objek material pada penelitian ini adalah novel Belenggu karya Armijn Pane. Objek formalnya adalah bias gender serta citra perempuan dalam novel Belenggu karya Armijn Pane. Simpulan penelitian ini adalah 1) Citra Perempuan yang terdapat di novel Belenggu ini dapat dijabarkan dalam bentuk domestifikasi perempuan sebagai alat ideologi patriarki, perempuan sebagai konco wingking, perempuan sebagai makhluk yang irasional. Domestifikasi perempuan sebagai alat ideologi patriarki diartikan perempuan merupakan makhluk yang irasional. Perempuan lebih mengedepankan emosinya daripada logikanya dalam berpikir. Dalam masyarakat, perempuan dianggap secara kontruksi budaya sebagai seorang ibu, yang hanya mengurus rumah tangga dan suaminya. Perempuan dianggap sebagai konco wingking, menjelaskan posisi dari perempuan hanya memikirkan mengenai kodratnya saja, yaitu menjadi istri yang mengurus suami dan rumah tangga. Perempuan sebagai makhluk yang irasional dimaksudkan perempuan memiliki pemikiran berbeda dengan laki-laki yang menggunakan rasional. Perempuan menggunakan perasaannya dalam melakukan tindakan. 2) Bias gender yang terdapat di novel Belenggu ini dapat dijabarkan dalam bentuk dominasi laki-laki terhadap perempuan, subordinasi perempuan, dan posisi perempuan dalam kehidupan. Dominasi laki-laki terhadap perempuan dimaksudkan laki-laki mampu mendominasi setiap keputusan yang diambil, sedangkan perempuan tidak. Perempuan dikondisikan dalam posisi lebih rendah dari laki-laki. Kondisi ini membuat perempuan berada dalam posisi tertindas, inferior, tidak memiliki kebebasan atas diri dan hidupnya. Posisi perempuan dalam kehidupan menjelaskan posisi dari perempuan tersebut tidak lebih dari seorang yang mampu bertahan sendiri.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > Sastra Indonesia
    Depositing User: dian pratiwi
    Date Deposited: 19 May 2016 05:23
    Last Modified: 19 May 2016 05:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/26229

    Actions (login required)

    View Item